• Mei 24, 2016
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 0

PIMPINAN PUSAT IPNU ADAKAN TALKSHOW PASAR MODAL

IPNU Talkshow

Jakarta,  Lembaga Kewirausahaan PP IPNU menyelenggarakan kegiatan talkshow Office Bursa Saham Syariah, bertempat di Gedung PBNU lantai 5. Acara dihadiri oleh Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dan kader IPNU se-jabodetabek dengan Narasumber Derry Yustria Surya Dharma, BEI dan Aakar Abyasa, CEO Janus.id dan Afen dari MNC Securitas. Selasa, (24/5).

Acara dibuka oleh Rekan Hadison Usmar, Sekretaris Umum PP IPNU. Dalam paparannya, Hadison menyampaikan pentingnya diskusi saham itu diselenggarakan. Ia berharap, kedepan kader IPNU bisa menjadi kader yang mempunya jiwa mandiri dengan bimbingan serta kerjasama ini.

Derry Yustria Surya Dharma, salah satu nara sumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam paparannya, memperkenalkan konsep Saham Syariah di Indonesia. Menurutnya Indonesia jauh lebih maju dalam konsep saham Syariah dibanding Malaysia. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat Indonesia kadang lebih banyak untuk gaya, tapi belakangnya sengsara, maka perlu dilakukan perencanaan yang matang. Disamping itu, jumlah Investor di Indoenesia masing sangat terbatas. Menurutnya, mengatur uang yang benar adalah sumber ketenangan dalam keluarga. Punya tabungan, punya investasi, dan sedekah adalah salah satu kunci bagi masalah keuangan yang juga banyak menjadi masalah bagi kader IPNU.

Aakar Abyasa, CEO Janus.id memaparkan tidak ada alasan untuk tidak investasi. Ada 45.000 investor di Pasar Saham dan 68% adalah investor asing.

“Jika tergugah nasionalisme kita, maka kita harus ambil bagian untuk menjadi pemilik saham di negeri sendiri, pendapatan kita jangan sampai habis, tujuan Investasi adalah kesejahteraan” ungkanya.

CEO yang juga alumni IPNU Banyuwangi itu menyatakan, bahwa NU ini memiliki massa yang jelas, akan tetapi tidak memiliki potensi pasar yang baik. Sehingga NU perlu berkembang menjadi konsumen sekaligus pemilik atas produk yang mereka konsumsi. karena belajar saham tidak bisa hanya sekali, sama halnya dengan menjadi santri, harus bertahap untuk belajar agama. ia juga menjelaskan, cara paling mudah memulai investasi di saham adalah dengan membuka akun. Selanjutnya bertahap dipelajari, apalagi saat ini informasi tentang saham mudah diakses, bahkan sejak Juli 2015 OJK membuat gerakan Yuk Nabung Saham.

“Kenapa kita mesti memiliki saham? Intinya kita memiliki dan membeli perusahaan. Jika kita hanya menjadi konsumen, kita hanya memperkaya orang lain. Investasi saham minimal 100 lembar. Saham Syariah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) 318 saham yang sudah sesuai dengan prinsip syariah,” tambahnya.

Pengurus PP IPNU, menyampaikan keinginannya kepada pihak BEI, Janus.id dan MNC securitas agar acara seperti talkshow ini tidak hanya diadakan di pusat, melainkan dapat dipreoritaskan ke wilayah dan cabang  IPNU yang tersebar di semua wilayah negeri ini, sehingga apabila kegiatan talkshow tersebut berhasil, bukan tidak mungkin IPNU difasilitasi oleh pihak terkait untuk kegiatan lanjutan.