• Mei 26, 2016
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 0

MAULANA PIMPIN IPNU KALSEL

(PP IPNU Slamet Funata)
Maulana Nur terpilih menjadi ketua formatur Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Kalimantan Selatan setelah berhasil mengungguli calon lainnya dalam proses pemilihan ketua saat acara Konferensi Wilayah (KONFERWIL) ke- X PW IPNU Kalimantan selatan yang diselenggarakan, 23 – 24 Mei 2016, di Guest House Sultan Sulaiman Martapura kabupaten Banjar, (26/5)
Acara akbar tiga tahunan di tingkat wilayah itu juga dihadiri langsung Rois Syuriah PBNU yang juga Bupati Kab Banjar KH Khalillurrahman, ketum PP IPNU rekan Asep Irfan Mujahid dan ketua eksternal PP IPNU rekan Muhammad Amin, Peserta konferwil dihadiri 15 cabang PC IPNU se- Kalimantan Selatan.
Saat membuka acara Konferwil ke- X itu, Rois Syuriah PBNU yang juga Bupati Kabupaten Banjar KH Khalillurrahman, mengingatkan kepada ratusan lebih kader IPNU, agar selalu memperjuangkan amanah ulama terdahulu, baik dalam berdakwah maupun cara bergaul dalam lingkungan pelajar.
M Helmi Ridha, ketua panitia pelaksana Konferwi Wilayah IPNU kalimantan selatan mengatakan bahwa, terpilihnya Maulana Nur, terjadi di putaran kedua yang sebelumnya ada beberapa kandidat masing-masing memiliki suara sah dan berhak melaju ke putaran peilihan kedua.
“putaran kedua Maulana Nur mendapatkan 11 suara, sedangkan pesaing terdekatnya M Wahyu Pratama mendapatkan 3 suara, dan Ilhammiannur 1 suara,” ungkapnya.
Ketua Terpilih PW IPNU Kalimantan Selatan, Maulana Nur. Mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan mempercayai dirinya, tidak lupa ia mengungkapkan bahwa dibawah kepemimpinannya IPNU di tanah pangeran Antasari akan diperlebar dan diperluas ke lini yang paling bawah. yaitu, mulai pengkaderisasiannya maupun pemberdayaan kader IPNU.
“Kaderisasi harus di tingkatkan, penyebarannya perlu diperluas sampai ke lembaga pendidikan yang notabene-nya umum. ini amanah yang dititipkan ke kita, saya sebagai nahkoda akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan itu semua” katanya saat memberikan sambutan.
ketua umum PP IPNU mengatakan, bahwa IPNU saat ini lagi gencar-gencarnya melakukan upaya pengembangan organisasi. mengingat bahwa akhir-akhir ini desas-desus issue Terorisme dan Radikalisme berkumandang dimana-mana, bahkan tidak kejahatan seksual yang lagi marak terjadi di Indonesia.
“IPNU harus menjadi garda terdepan untuk mengkampanyekan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual, dan kita (IPNU) menyeru agar peran aktif orang tua dan tenaga pendidik agar senantiasa mengontrol para murid” ujarnya.