• Mei 27, 2016
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 0

MENAG DUKUNG PERPU SOAL HUKUM KEBIRI

IMG-20160527-WA0009

(kharul Azis Lekas PP IPNU)

Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Lembaga Amil Zakat Infaq Dan Sadaqah  PP LAZISNU dilaksanakan pada tanggal, 26 – 28 Mei. Hadir dalam kegiatan itu, Menteri Agama RI, Luqman Hakim Syaifuddin, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Ketua PP LAZISNU Syamsul Huda dan beberapa tokoh pengurus besar dan lembaga PBNU lainnya, yang berlangsung di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya dan di hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, (28/5).

Dihadapan awak media menteri agama yang menjabat di dua periode pemerintahaan Indonesia itu, pernyataan  tujuan Rakornas yang dibuka kamis siang itu, bahwa kesediaan kita untuk berbagi rezeqi kepada orang lain tidak hanya semata-mata karena kesadaran atau rasa kasih sayang dengan sesama warga Negara, akan tetapi juga dijiwai dengan keyakinan atau pemahaman bahwa itu adalah ajaran agama yang mulia karena setiap harta yang kita miliki ada bagian yang milik orang lain yang tidak mampu, inilah yang ingin di organisir agar pentasarufan dana-dana zakat infaq.

“sedekah ini betul-betul bisa di terima oleh para mustahiq itu, karenanya di perlukan lembaga-lembaga zakat seperti itu. Dan pemerintah juga sangat bersukur karena dengan adanya lazis seperti ini akan mengefektifkan penyaluran dana-dana zakat infak dan sedekah itu,” ungkap menteri berdarah nahdliyyin itu.

Luqman juga memberikan komentar terkait dengan semakin banyaknya lembaga amil zakat di Indonesia, yang timbul saat mendekati hari besar Islam. Ia menegaskan bahwa semua lembaga amil zakat tergantung dan di kembalikan ke masyarakatnya itu sendiri. Karenanya masing-masing lembaga harus bisa menunjukkan kinerjanya sebaik mungkin di tengah masyarakat, hingga kepercayaan masyarakat itu betul-betul terjaga danterpelihara, karena kalau sebuah lembaga sudah tidak bisa di percayai oleh masyarakat maka tentunya tidak akan bisa mengembangkan usahanya.

“Di sinilah kemudian tantangannya bagi LAZISNU, bagaimana caranya agar seluruh pengelola LAZISNU betul-betul amanah sehingga masyarakat dapat memberikan kepercayaan penuh. Bahwa dana yang di salurkan melalui LAZISNU sampai kepada para yang berhak menerima.” Tambahnya saat ditemui pada pembukaan Rakornas PP LAZISNU.

Di sisi lain, Menteri Lukman juga mengomentari informasi terkait kasus kekerasan seksual yang belakangan ini sangat menyita perhatian publik, dan ia juga menanggapi mengenai pengesahan Perpu tentang hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual yang disahkan oleh Presiden Jokowi.

“Tentu masalahnya sangat komplek, namun sangat jelas tekanan hidup ini semakin besar, masyarakat kita semakin setress karena kompetisi hidup semakin tajam dan biasanya dalam kondisi seperti itu maka pihak yang lemahlah yang sering menjadi korban, dalam kaitannya dalam kejahatan seksual maka semakin menjadi ancaman misalnya anak didik” tuturnya.

Karena anak diusia dini biasanya sangat rentan dan tidak berdaya sehingga mereka sangat mudah menjadi korban pelaku kejahatan. Ia juga mendukung apabila pelaku diberikan sanksi hukum tambahan seberat-beratnya, serta menghimbau agar peran orang tua memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan psikologis anak mereka.