• Juni 4, 2016
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 0

BELA NEGARA TEPAT UNTUK IPNU

IMG-20160604-WA0002Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan resmi melepas peserta Pendidikan dan Pelatihan Kader Bela Negara bagi pegawai Kemenko Polhukam, Kementerian/Lembaga dan Ormas angkatan pertama tahun 2016, di kantor Polhukam. Sebanyak 90 peserta dari latar belakang instansi yang berbeda akan didik dan dilatih untuk menguasai materi dan praktek sikap nasionalisme dalam menjaga keutuhan NKRI, Senin (3/6).

Kegiatan pendidikan dan pelatihan kader bela negara tahun 2016 terselenggara atas kerjasama Kemenko Polhukam dan 8 Kementerian/Lembaga serta 7 Ormas, terdiri dari personel Kemenko Polhukam, Kemendagri, KemenPan-RB, Kemdikbud, Kemristekdikti, Kemenag, Kermenpora, Baharkam, Kwarnas Gerakan Pramuka dan ormas Korps Patriot, IPNU, Pemuda Muhammadiyah dan PII. berlangsung dari 29 Mei sampai 3 Juni di Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara (Pusdiklat) Mementerian Pertahanan, Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan ini Menko Polhukam mengajak para peserta pelatihan untuk bersama-sama senantiasa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesi masing-masing, sebagai wujud keikutsertaan dalam upaya bela negara. Dengan demikian, peran seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan dalam upaya bela negara terutama dalam membentuk karakter cinta tanah air dan penguatan wawasan kebangsaan.

Luhut menambahkan, banyaknya tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam masa kini dan masa depan. Tantangan tersebut adalah kesenjangan ekonomi, terorisme dan radikalisme, serta narkoba.

“Saat ini selain terorisme, masalah yang harus dihadapi adalah narkoba. Narkoba juga menjadi isu, generasi muda menjadi penting dalam pembangunan bangsa ini, kalian menjadi ujung tombak menghadapi ini,” ujar Menko Polhukam.

Slamet Funata, Wasekum PP IPNU, mengungkapkan bahwa kegiatan Bela Negara, sungguh sangat tepat jika diterapkan untuk pemuda dan pemudi khususnya pelajar yang masih dangkal pengetahuan tentang ideologi baru yang tidak henti-hentinya merongrong Indonesia, bahkan serangan itu bukanlah berupa serangan yang berbentuk nyata tetapi serangan non-fisik  karena di dalam kegiatan ini peserta dididik untuk penguatan sikap nasionalisme mereka.

“Saya sangat menikamati, pelaksanaan dalam kegiatan ini. Karena bukan hanya mendapatkan teman tetapi lebih dari itu kita diberi bekal ilmu dalam memahami Gerakan Ideologi, Teroris, Narkoba dan Gerakan Radikalisme,” Optimisnya.

Ia berharap dengan adanya revolusi mental yang digagas oleh Presiden Jokowi, peran pelajar nahdliyyin dapat menerapkan sikap nasionalisme seperti kandungan kegiatan Bela Negara. Karena program tersebut dilakukan semata-mata untuk mendidik kedisiplinan masyarakat. Juga untuk membangkitkan rasa cinta dan nasionalisme terhadap negara. (Mett PP IPNU)