• Desember 11, 2016
  • mediaipnu
  • 1

Rakernas Sahkan Sistem Kaderisasi.

img_20161211_1155391Jakarta, PP IPNU – ‎ Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat IPNU mensahkan sistem kaderisasi dalam memperkuat organisasi IPNU di Hotel Paragon, Minggu (11/12). Pelaksaan rakernas yang dilakukan sejak tanggal 8 sampai dengan tanggal 11 Desamber 2016, dengan dihadiri 24 PW IPNU seluruh indonesia.
“‎Pelaksanaan Rakernas sudah mencurahkan energi, berbagai langkah dan regulasi perkuat organisasi,” uhar Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid.
Asep menuturkan, dalam rakernas dilakukan pembahasan organisasi, kaderisasi, CBP, sampai dengan rekomendasi wilayah dan rekomendasi nasional. Dalam memutuskan peraturan organisasi ditambah dengan penguatan sistem keorganisian, serta penguatan tatanan ideologi organisasi IPNU ke depan.
“Seluruh kader IPNU‎ semakin memadukan gerak langkah sinergis dengan berbagai elemen, dengan menggerakan organisasi menjadi lebih baik,” katanya.
Dia menambahkan, ‎program IPNU ke depan dengan menjadikan kaderisasi garda terdepanNU, dengan dapat  menjawab atas krisis kader Nahdlatu Ulama. Disamping itu, hasil keputusan dapat dilaksanakan secepatnya di semua tingkatan organisasi.
“Dalam menatap usia satu abad NU, ada kegelisaan dengan minimnya kader kritis dalam tubuh Nahdlatul Ulama,” katanya.
Lanjut dia, ‎hilangnya peranan strategis di masyarakat harus diperkuat, dengan ‎berkomitmen keputusan bersama di Rakernas IPNU. Organisasi IPNU ke depan sudah dapat melihat perkembangan yang lebih baik untuk organisasi, agar memiliki kader IPNU yang memiliki militansi yang tinggi.
“Semua dapat melaksanakan hasil keputusan tersebut, terutama dalam memperkuat kaderisasi di semua tingkatan,” lanjutnya.
Saapan akrab Asmoez, ‎peran IPNU harus aktif dalam pengawalan isu strategis dan wacana kritis yang terjadi di sekeliling masyarakat, sehingga dapat direspons dengan secepatnya. Ditambah, dalam rakernas akan dilakukan gerakan sejuta kartu anggota, agar memiliki data base organisasi yang secara sistematis.
‎”Ada sekitar 28 PW IPNU yang sudah sah, dan ada 6 PW IPNU yang sedang dipersiapkan,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Dr. Hilmy Muhammadiyah, M.Si mengatakan, rakernas IPNU berlangsung dengan baik, dengan meningkatkan tata kelola organisasi yang profesional. Sesungguhnya pelaksanaan rakernas semakin mengarahkan menjaga segmentasi NU, dengan generasi IPNU yang terdidik.
“Mensiapkan warga nahdliyin yang terdidik, dan tata kelola organisasi yang baik,” katanya.
Dia menambahkan, ‎sebagai Banom NU sudah memiliki  tata kelola organisasi dengan baik, ‎dengan memiliki manajemen yang profesional‎ dan organisasi modern. NU pada satu abad akan memiliki tantangan yang kompleks, sehingga ‎IPNU yang masuk tetap eksis dengan kontribusi terhadap kemajuan bangsa.
“NU semakin harus tetap kontribusi terhadap kemajuan bangsa,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, ‎pemikiran yang berkembang dengan penerapan akreditasi pada semua tingkatan organisasi IPNU, untuk melakukan penataan organisasi yang lebih baik. ‎Dalam akreditasi organisasi harus memiliki ukuran yang jelas, agar kaderisasi dapat berlanjut untuk organisasi yang kuat.
“Dalam akreditasi harus memiliki ukuran yang jelas, sehingga dalam penguatan organisasi,” pungkasnya. (Benny Ferdiansyah).