• Februari 5, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Dari Jual Es Kelapa Muda sampai Jual Ayam demi Ikuti Kaderisasi IPNU

Tak punya cukup dana guna ikuti Latihan Kader Muda (Lakmud), Taufik rela berjualan es kelapa muda. Ia bermimpi mengikuti jenjang kaderisasi tertinggi pelajar NU, yakni Latihan Kader Utama (Lakut). Namun, Allah berkehendak lain. Ia telah kembali ke pangkuan-Nya.

Semangat tinggi Opik, begitu biasa Taufik dipanggil, itu rupanya menular pada rekan karibnya, Muhammad Hizbullah. Rekan Bul, panggilan akrabnya, mengikuti lakut dengan menjual dua ayam yang ia miliki. Tekadnya yang begitu kuat mematahkan perasaannya yang lain karena ia tak lagi punya ayam setelahnya.

Awalnya, sebelum terpikirkan menjual ayam, ia sempat punya keinginan menjual ponselnya. Tetapi, lekas-lekas ia mengubur pikiran tersebut mengingat kondisi ponselnya yang tak layak jual.

“Mau jual hape, tapi 50 (ribu) aja gak bakal dapet,” ujar Rekan Bul, panggilan akrabnya, sembari menunjukkan ponsel miliknya yang layarnya retak-retak di Musalla PCNU Kabupaten Indramayu, Sabtu, (4/2).

Menurut penuturan pengurus PC IPNU Indramayu Mu’min, dalam keadaan kritis, Taufik tidak bisa diajak interaksi mengingat ia mengalami masalah pada sarafnya. Tetapi, ketika kata Lakut diperdengarkan, kader militan yang status akun facebooknya penuh dengan ajakan kegiatan IPNU itu merespons dengan menganggukkan kepalanya.

“Kalau kita ngomong lakut, kepalanya mengangguk-angguk,” ucap Mu’min menggebu-gebu berbagi cerita pada Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid.

Katanya, PC. IPNU Indramayu “ngotot” ingin menjadi tuan rumah Lakut untuk wilayah III Pantura itu karena khusus untuk menghormati perjuangan dan dedikasi Taufik.

“Ini kita hadiahkan khusus untuknya,” ujarnya di hadapan rekan-rekan instruktur pimpinan pusat dan pimpinan wilayah.

Sebelum menutup acara, Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid secara khusus meminta semua peserta, panitia,dan instruktur mengirimkan hadiah Al-Fatihah untuknya.

(Syakirnf)