• Februari 23, 2017
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 0

PP.IPNU bersama KOMPAS Membuka Mata Pemuda akan Dunia Literasi

Tangerang – NU – PPNU sangat menjunjung tinggi pentingnya dunia literasi bagi generasi bangsa untuk pembangunan bangsa.

Dalam rangka mensukseksan rangkaian harlah ke-63 IPNU , Pimpinan Pusat Nahdlatul Ulama berkolaborasi dengan pihak KOMPAS menggelar acara Diklat Jurnalistik Santri dan Pelajar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari , 17 sampai dengan 19 Februari 2017 di Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak pemuda/i yang peduli dengan dunia jurnalis dan mampu menuangkan gagasannya tersebut ke dalam tulisan dengan rasa  percaya diri. Pemuda harus berani mengungkap kebenaran kepada publik melalui tulisan karena kita mengetahui bahwa ada pepatah yang mengatakan “pena lebih tajam daripada pedang” . Terkait hal ini,  Wakil  Ketua Umum  PBNU selaku pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Marsudi Syuhud, Minggu (20/2), menegaskan bahwa kita harus mengeluarkan pendapat, berani beropini maka kita akan dilihat oleh dunia.

Melihat semangat dan antusiasnya 63 peserta diklat jurnalistik menjadikan kompas selaku pengisi materi  puas dengan hasil kerja mereka. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pihak kompas, Mbak Angel “ saat memasuki ruangan ini, kita berlima kaget pun kagum melihat sebelas karya sudah tertempel di dinding. Dengan waktu yang begitu singkat kalian mampu menghasilkan koran sehebat ini,” tuturnya. Hal ini membuktikan bahwa para peserta berhasil menangkap berbagai materi yang telah diberikan yakni dasar penulisan jurnalis baik hardnews maupun softnews , tatanan bahasa, desain penataan berita dan fotografi yang telh disajikan oleh pemateri.

            Sebelas karya yang telah dihasilkan oleh kesebelas kelompok akhirnya diseleksi dan dinilai oleh pihak kompas. Setelah masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya, terpilih 3 kelompok sebagai juara 1,2 dan 3 Diklat Jurnalistik ini, yakni juara 1 disabet oleh kelompok 11  (Formasi) dengan tema yang diangkat mengenai transportasi online. Disusul oleh kelompok 2 (Kacamata) dengan tema gawai masa kini dan kelompok 8 (Warta Kawula) dengan tema literasi dan pendidikan mampu memikat hati para juri untuk menjadikannya sebagai juara 3.

Dengan berakhirnya kegiatan ini PPNU berharap para peserta tidak berhenti sampai di sini saja, mereka dibekali dengan berbagai illmu harus mampu menyalurkannya ke daerahnya masing-masing. Pihak PPNU akan selalu memantau para alumni peserta agar terus bergerak untuk menulis terutama dengan isu pendidikan.  Dengan demikian, para alumni akan terus mencari infomasi terbaru isu pendidikan juga mengamati perkembangan maupun masalah yang ada dalam dunia pendidikan. Hal ini penting karena baik buruknya pendidikan akan berpengaruh dengan masa depan bangsa dan pembangunan bangsa Indonesia.