• Februari 27, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Fantastis !!! 600 Pelajar Hadiri Selapanan PAC Garung

WONOSOBO – Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Garung, Kabupaten Wonosobo laksanakan Selapanan Rutin di Ranting Gemblengan, Kec. Garung pada Minggu (26/2/2017). Selapan rutin tersebut dihadiri oleh 25 kepengurusan ranting yang total pesertanya mencapai angka 600-an, angka yang sangat fantastis untuk sebuah acara setingkat anak cabang. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Pengurus Banom NU Ranting Gemblengan, Kepala Desa Gemblengan beserta perangkat dan PC IPNU IPPNU Wonosobo.

Kepala Desa Gemblengan menyampaikan bahwa beliau sangat bangga desanya bisa menjadi tuan rumah untuk acara yang diselenggarakan rutin oleh PAC IPNU IPPNU Garung tiap “selapan dina” (36 hari) itu. “Kader IPNU IPPNU Kecamatan Garung saat ini sudah selayaknya untuk mempertahankan tradisi selapanan ini yang memang menjadi program rutin sejak beberapa kepengurusan silam. Sekarang sudah lebih mudah untuk mengumpulkan kader sebanyak ini, berbeda dengan masa kepemimpinan saya dulu karena dulu komunikasi dan transportasi masih sulit,” ucap mantan ketua IPNU Garung tahun 2006 tersebut. Dia juga menceritakan sejarahnya ikut IPNU IPPNU sejak tahun 2000 dan terpilih menjadi ketua anak cabang tahun 2006 sebelum akhirnya menjadi Kepala Desa Gemblengan.

Dalam inti pengajian yang disampaikan oleh Kyai Nur Hidayat dari Desa Sitiharjo, Garung, disampaikan  bagaimana adab pelajar dalam berbakti kepada orangtua. “Kita sebagai pelajar Nahdlatul Ulama harus punya adab dan toto kromo (budi pekerti) yang baik kepada orangtua, entah kedua orangtua maupun guru kita. Kita juga harus tau apa saja yang harus kita lakukan untuk orangtua dan yang harus kita tinggalkan” ucap Pengurus GP Ansor PAC Garung itu. Dia juga berpesan agar para pelajar tidak sembarangan dalam melakukan sesuatu, segala sesuatu karena yang dilakukan harus didasari dengan ilmu.

Satu cerita yang menarik dari kegiatan tersebut adalah ketika usai acara, Ketua PAC IPPNU Garung rekanita Umu Fariyani beserta beberapa pengurus ranting Laranganlor rela pulang berjalan kaki. Mereka pulang berjalan kaki sejauh hampir 5 km dari desa Gemblengan sampai desa Laranganlor karena waktu sudah sore sehingga tidak ada mobil angkutan umum yang lewat. “Kami pulang dari Gemblengan jalan kaki karena sudah tidak ada mobil yang lewat dan sore ini mendung hampir hujan, jangankan berjalan kaki, merangkakpun akan kami lakukan untuk bisa kembali kerumah tercinta dan tentunya untuk IPNU IPPNU tercinta” cetus rekanita Istikomah yang pulangnya ikut jalan kaki bersama Ketua PAC saat kami wawancarai melalui selulernya.

(Humam Fauyi)