• Februari 28, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Cerita Unik Santri Enggal di Pesantren, Mana Ceritamu?

Menjadi santri bukan lagi hal yang baru, tapi akan selalu menjadi pokok bahasan yang unik dan juga hangat untuk diperbincangkan. Pembahasan tentang santri tidak akan pernah hilang dan juga menyisakan kenangan yang penuh sesal dan juga penderitaan. Kamu yang pernah menjadi santri pasti sudah tahu, di mana letak kenikmatan yang kamu dapatkan ketika kamu memposisikan diri menjadi santri. Banyak hal yang menyenangkan dan juga akan menjadi pengalaman terindah saat kamu menjadi santri, bahkan ketika kamu melupakan satu saja kenangan saat kamu berada di pesantren, kamu tidak akan pernah berhasil untuk melakukannya.

Saat kamu menjadi santri baru dan akan mulai beradaptasi, masih ingatkah kamu? Saat orangtuamu mengantarkan kamu, bersilaturrahmi dengan Pak Kiai dengan tujuan menyerahkanmu agar beliau mau mendidikmu menjadi anak yang berbakti? Apa yang sedang kamu rasakan waktu itu? Jika kamu memang berniat menjadi santri dan tanpa unsur paksaan pun, kamu akan merasa sedih dan bahkan hampir meneteskan air mata, iya kan? Bagaimana dengan kamu yang masuk pesantren dengan dalih paksaan orangtuamu? Apakah kamu merasakan sakit hati, marah, kecewa? Eh, jangan seperti itu, menjadi santri adalah sebuah kenikmatan yang tidak terduga. Jadi, kamu harus mencobanya dengan modal niat dan juga uang saku dari orangtuamu.

Setelah orangtuamu pulang dan menyerahkanmu ke pengurus pondok, saat seperti inilah yang akan membuat kamu merasa teriris dan juga ingin menangis histeris. Walaupun sebenarnya, rumahmu dekat dengan pesantren pun kamu akan tetap merasakan hal yang sama, menangis dan bahkan ingin menyudahi sandiwara. Sabar ya, kamu akan terlatih dengan ujian kecil semacam ini, tapi lucu juga jika kamu mau mengingatnya lagi.

Sesampainya di kamar, teman-temanmu memandang kamu dengan perasaan yang berbeda, ada yang melihatmu dari muka, pakaian bahkan tas kresek yang sedang kamu jinjing. Ada yang langsung berkenalan dan ada juga yang sok kenal dengan mem-bully-mu di depan kawanannya. Tahukah kamu, bagian ini lah yang akan selalu menjadi catatan terindah dan tidak akan terlupakan. Atau mungkin kamu sudah lupa?

Mengaji dengan tafsiran ala tulisan tanganmu yang harus dibuat miring, ada juga yang memberikan tafsir dengan cara lurus. Tanganmu yang mungil pun jadi kaku dan bahkan sampai keseleo akibat mengukir indah. Karena kamu bosan, akhirnya kamu tertidur saat sedang mengaji. Kebiasaan tidur pun bukan lagi menjadi hal yang tabu, karena selama Pak Ustadz tidak komentar dan selama teman yang lain juga melakukan aksi serupa, kamu akan merasa aman dan akan tetap tidur. Kamu seperti itu?

Urusan makanan selalu menjadi masalah utama untuk santri baru, apalagi yang tidak tahu dengan ‘sate’ pesantren alias sayur terong. Kamu akan berlari ke koperasi pesantren dan mencari lauk yang akan membangkitkan nafsu makanmu bukan? Saat temanmu tahu kamu membeli lauk, mereka akan berbondong-bondong mendekatimu sambil berkata, “Eh, Nyicip ya!”. Semuanya mengatakan hal yang sama di depan makananmu. Karena kamu santri baru, akhirnya semakin tidak nafsu makan. Ada yang begitu?

Bangun tidur ku terus mandi juga menjadi slogan anak baru. Kamu yang menjadi santri enggal ini akan berbondong-bondong ke kamar mandi, membuat lorong kamar mandi jadi penuh dan arus pergerakan di area kamar mandi menjadi macet. Nah, meskipun sudah mengantri lama. Kamu akan tetap tergeser dengan adanya antrian yang dilakukan oleh seniormu, “Apalah daya anak baru, yang selalu mengalah dan tidak tahu apa-apa saat bertemu dengan Mbak Pondok yang sudah ngakar dan hampir jadi sesepuh di pesantren?”

Santri baru adalah makhluk ter-rempong saat mau tidur, khusus buat kamu yang nyantri dari masa SMP atau MTs. Masih ingatkah kamu dengan buku diari, selimut imut, boneka, bantal dan bantal guling. Kamu akan merasa kehilangan jika tidak tidur dengan mereka semua. Bener kan?

Akhirnya, datanglah masanya kamu untuk cinlok di pesantren dengan Mbak Senior tadi. Bukan lagi menjadi masalah yang tabu loh. Kalau kamu pernah mengalami masa yang seperti ini, masa nyantri kamu sangatlah lengkap. Seperti meminta kedekatan, saling memberikan pengertian bahkan pertolongan untuk menjawab PR dan menemani masa-masa kantong kering yang kamu derita. Nah, iya kan?

Inilah sederet kisah anak baru, santri enggal yang selalu jadi momok pembicaraan hangat. Banyak sekali cerita di pesantren yang tidak terkupas disini. Tapi cerita disini sudah sangat mewakili perjalanan hidup penulis saat berada di pesantren. Indah memang, bahkan indah sekali. Tidak akan pernah terlupakan dan entah sampai kapan akan terngiang di dalam jiwa karena sudah menyatu dengan ruh. Salam rindu dariku, untuk Pak Kiai, Ibu Nyai, Gus ganteng, Ning, Mbak Pengurus dan teman-teman seperjuangan. Semoga kalian semua selalu diberkahi Allah, aamiin.

Ilustrasi Gambar: http://trivia.id/post/para-santri-dikenal-hidup-terkekang-aturan-inilah-sisi-lain-kehidupan

(Annida Shf)