• Maret 1, 2017
  • mediaipnu
  • 0

PC IPNU Bangil usulkan 10 point pada FORUM OPD BAKESBANGPOL KAB PASURUAN

Pasuruan – Badan kesatuan bangsa dan politik (BAKESBANGPOL) Kabupaten Pasuruan menggelar forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diselenggarakan di Balai latihan kerja (BLK) Kabupaten Pasuruan pada hari selasa 28 februari 2017. Pertemuan ini juga di hadiri oleh organisasi kepemudaan yakni Ikatan pelajar nahdlatul ulama (IPNU). Forum ini adalah rekomendasi dari berbagai organisasi yang akan menjadi kegiatan yang di lakukan oleh BAKESPBANGPOL di tahun 2018 mendatang.

Melihat situasi sosial politik saat ini, IPNU merasa punya tanggung jawab dalam mengatasi permasalahan yang melanda negeri ini. Isu-isu bohong (hoax) sering dan kerap kali muncul di permukaan secara terang-terangan. Serta ideologi yang tidak pancasilialis mulai masuk dalam putaran politik negeri ini. Maka dari itu ada 10 point rekomendasi dari PC IPNU BANGIL yang berisikan 1. Progam SEKOLAH PANCASILA; 2. Seminar kebangsaan 3. Kemah kebangsaan; 4. Cerdas cermat ASWAJA dan kebangsaan; 5. Deklarasi pelajar dan santri anti hoax dan faham radikal; 6. Pelatihan advokasi pelajar dan santri; 7. Sosialisasi pemilih pemula; 8. Penyuluhan bahaya MIRAS, NAPZA DAN SEKS BEBAS; 9. Sosialisasi perundang2an politik; dan 10. Gerakan wirausaha muda.

PC IPNU Bangil yang di nahkodai oleh rekan Teguh budiono(25) mengatakan, “organisasi IPNU sebagai organisasi keterpelajaran dan kepemudaan mempunyai peran strategis dalam membentengi generasi muda dari bahaya berita-berita bohong (HOAX), dan permasalahan sosial yakni tentang minuman keras, narkotika dan sex bebas yang menjerah kaum pemuda yang seharusnya mereka akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Saat ini mulai tergregadasi perannya dan PC. IPNU BANGIL ingin membentengi generasi muda dari bahaya radikalisasi yg saat ini mengancam keutuhan NKRI” tegasnya.  Untuk itu rekomendasi yang di usulkan PC.IPNU BANGIL sebagai acuan BAKESBANGPOL dalam mengamankan situasi sosial politik negeri ini dimasa ini dan masa mendatang.

(Aditya mardani/JS)