• Maret 6, 2017
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 0

Santri Juga Pengusaha Hebat

Rasulullah Saw adalah pengusaha yang sukses. Kamu yang menjadi pengikutnya juga wajib dan bisa sukses di jalan yang sama dengan beliau. Singkat cerita, beliau yang pernah menggembalakan kambing, ikut berdagang dengan pamannya ke negeri Syam dan akhirnya benar-benar ditakdirkan Allah untuk menjadi pengusaha yang sukses. Jadi intinya, kalau kamu mau menjadi pengusaha, kamu juga harus memulai dari langkah kecil, mengikuti orang yang sudah ahli untuk berkonsultasi dan meminta saran yang nantinya akan memantapkan langkahmu untuk menjadi pengusaha. Karena sembilan dari sepuluh rezeki yang Allah berikan kepadamu ada di jalan perniagaan, maka jangan sampai kamu lupa untuk mulai merintis usahamu dari bawah dan dari sekarang.

Bagaimana caranya memulai usaha? Begini caranya :

Lakukanlah survei kecil-kecilan yang akan dijadikan acuan untuk kamu bahwa kamu harus berjualan itu. Nah, ketika kamu sudah menyurvei sekitar lingkungan pesantrenmu, kamu juga telah menemukan apa yang sedang dibutuhkan oleh orang-orang disekitarmu. Kini, saatnya kamu untuk memberikan solusi dari semua yang mereka butuhkan atau yang sedang mereka resahkan. Ingat ya, jangan sampai kamu mengusahakan sesuatu yang tidak oranglain butuhkan, kamu akan bisa ditebak sebagai orang yang tidak tahu cara membaca peluang yang baik dan tepat.

Setelah mendapatkan jawaban yang pertama, kamu harus mulai berpikir tentang rencana anggaran yang kamu butuhkan. Kamu bisa menghitung dulu, berapa harga bahannya, peralatannya bahkan pelengkap yang lainnya yang nantinya akan menjadi cara untuk menemukan target dan pas mengenai sasaran. Jangan pikirkan untung berpa ketika kamu baru memulai usahamu. Karena kamu di pesantren, jangan sampai usaha yang akan kamu lakukan ini malah memberatkanmu dan mengganggu kegiatan mengajimu.

Perhitungan yang kamu buat sudah matang dan jelas perinciannya. Coba mulai untuk berpikir dan menanyakan sesuatu yang tadi dibutuhkan orang di sekitarmu, bagaimana caranya kamu bisa memenuhi keinginan mereka. Jika kamu merasa tidak ahli dengan sesuatu yang dibutuhkan tadi, kamu harus segera mencari partner yang akan bekerja sama denganmu. Nah, bicarakan dengan detail hasil surveimu tadi dengannya. Mulailah merencanakan sesuatu yang akan membawa manfaat besar untuk orang banyak.

Pembeli adalah raja, kamu harus tahu benar tentang kalimat tersebut. Mengapa? Karena sekali lagi, sekarang kamu sedang mencoba memenuhi sesuatu yang sedang mereka butuhkan dan inginkan. Jadi, layanilah rajamu sesuai dengan keinginannya dan berikanlah pelayanan yang terbaik. Kamu juga bisa membuat sesuatu yang unik, inovatif dan juga berbeda dari yang lain, mengapa? Karena tentunya, jika kamu berhasil menemukan sesuatu yang baru dan ternyata lebih menarik, maka permintaan dan penawaran pasar akan dengan mudah mendekatimu.

Siapkan semuanya dengan matang, seperti strategi penjualan, siapa saja target pasarmu, bagaimana kualitas pelayananmu, dimana dan darimana kamu akan memulai? Serta jika kamu tidak mampu untuk menggunakan modalmu sendiri, cobalah untuk mencari investor yang mau membantumu agar bisa mencapai tujuanmu.

Tidak usah khawatir dengan jatuh dan bangunnya sebuah usaha ya, karena semua hal itu adalah wajar dan memang akan terjadi. Makanya, siapkan mentalmu dan jangan sampai kamu kalah di medan jihad yang satu ini. Ingat ya, “Inna ma’al ‘ushri yusron”

Allah Swt tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuannya. Lebih baik kamu mencoba menjadi pengusaha sejak dini sebelum peluangmu diambil oleh yang lainnya. Karena tanpa keberanian untuk memulai, tulisan di atas tidak akan pernah mendatangkan manfaat untuk siapapun. Jadi, lakukanlah dengan sepenuh hati dengan hanya mengharap ridho dari Allah Swt. (Annida Shf)