• Maret 8, 2017
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 0

Pemimpin PHP Menakodai Negeri Ku

Negara Indonesia adalah Negara demokrasi, yang mana bentuk pemerintahan semua warga negara memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat merubah hidup mereka. Demokrasi juga dapat diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang di pegang oleh rakyat atau rakyatlah yang mempunyai kedaulatan tertinggi.

Pemimpin adalah Orang yang mengemban tugas dan bertanggung jawab untuk memimpin dan bisa mempengaruhi orang yang di pimpinnya, dengan menjadi pemimpin berarti harus siap untuk mengayom masyarakat.

Pemimpin PHP (Pemberi Harapan Palsu) adalah seoarang pemimpin yang terlalu banyak mengucapkan janji, namun tidak bisa untuk mempertanggung jawabkan, setiap kali mengadakan pertemuan dengan masyarakat, selalu memberikan harapan yang tak pasti. Mau dikemanakan negeri ini kalau memiliki pemimpin seperti ini.

Sebagai Mahasiswa agent of change kami sangat peduli dengan negeri ini. Rakyat mengharapkan pemimpin yang amanah, yang mampu menjawab problematika masyarakat yang saat ini semakin hari semakin bertambah. Akan tetapi yang terjadi pemimpin yang hanya banyak memberikan harapan, tidak ada bukti kenyataan, hanya mampu berjanji, tidak bisa memenuhi.
Program yang pernah di buat, hanya sebuah modal untuk mencuri hati rakyat, pembangunan yang pernah di rencanakan hanyalah sebuah dongeng yang diceritakan untuk meniduri anak sebelum tidur, semua tidakan pernah menjadi kenyataan.

Pasar rakyat yang di janjikan, di pindah alihkan dengan alasan yang tidak jelas, apakah ini namanya pro dengan rakyat, kami sebagai rakyat sudah bosan dengan sebuah retorika, kami ingin sebuah tindakan nyata.
Betapa sedihnya hati kami sebagai rakyat biasa, kami hanya bisa menjerit, menangis berteriak dengan gejolak hati melihat tingkahlaku pemimpin negeri kami yang tidak pernah dewasa, keluhan rakyat mereka abaikan, mereka sibuk dengan komflik yang berkepanjangan, kontraversi yang tidak membawa solusi, berseteru dengan ego masing-masing, seharusnya eksekitif dan legislative itu bekerja sama didalam membangun negeri ini, malah saling merebutkan lahan kekuasaan dan tega mengisap darah rakyat.

Mana harapan yang pernah dulu kau janjikan?

Ini pertanyaan yang harus di jawab dan di pertanggung jawabkan, sebelum di pilih berjanji akan mensejahterakan rakyat, ingin meratakan pembangunan, memajukan ekonomi, meningkatkan pendidikan, sosial, agama dan lain sebagainya. Ini di ucapkan dengan penuh rasa tanggung jawab, namun kenyataan semua itu adalah harapan palsu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Seorang pemimpin harus mempunyai sikap yang tegas, adil, amanah dan tidak hanya mengucapkan janji-janji manis dan harapan palsu, karena jadi pemimpin tidak semudah membalikan telapak tangan, seorang pemimpin akan di minta pertanggung jawaban dengan apa-apa yang di pimpin, karena rakyat butuh bukti bukan harapan palsu. (Sepriboy Saputra)