• Maret 9, 2017
  • Pimpinan Pusat IPNU
  • 1

Arab Saudi Pun Mengagumi Toleransi Indonesia

Beberapa surat kabar di Indonesia tengah menyoroti kehadiran Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. Kehadiran Raja ke-VII Arab Saudi di tanah air selama 9 hari tersebut cukup istimewa karena setelah 47 tahun dari kunjungan Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz ke Jakarta pada 1970.

Di Indonesia, Raja disambut oleh Presiden dan 28 tokoh agama dari enam agama di Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi suatu kesejukkan karena menampilkan kearifan, kebijaksanaan, dan kedamaian. Dalam pertemuan dengan 28 tokoh agama itu, Raja Salman mengungkapkan kekagumannya pada berbagai agama dan keyakinan yang bisa hidup berdampingan dengan damai di Indonesia.

Poin penting atas kehadiran Raja Salman yaitu Raja mau bersalaman dengan Puan Maharani yang perempuan, sementara di Indonesia banyak wanita dan pria muslim yang tidak mau bersalaman dengan non muhrim, yang menarik tangan mereka cepat-cepat sebelum menyentuh tangan lawan jenisnya. Raja juga berwisata ke Bali, yang kita tau bahwa Bali ialah pusat Agama Hindu di Indonesia.

Raja Salman juga memberikan bantuan beasiswa kepada masyarakat Indonesia tanpa syarat dan “non religi”. Artinya non muslim juga bisa memperoleh beasiswa tersebut. Ketiga, pada tulisan “God Bless You” di badan pesawat kerajaan Arab Saudi, menurut Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis Raja Arab pun punya toleransi besar menggunakan bahasa Inggris. Apalagi GBU dikenal banyak digunakan oleh kaum Nasrani sebagai ucapan salam penutup.

Dengan itu semua, kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia memberikan corak keber-Islam-an yang baik dan memberikan pemahaman Islam yang moderat. Hal itu sama dengan Islam Wasathi yang telah diputuskan dan disosialisasikan oleh MUI. Nampaknya Raja Salman lebih moderat ketimbang sebagian umat Islam disini. Memang masih ada kasus-kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia yang dilakukan oleh oknum-oknum dengan tujuan memecah belah NKRI.

Kekaguman Raja Salman dan dukungannya terhadap nilai toleransi beragama di Indonesia menghiasi headline berita di Arab Saudi. Beberapa sumber mencatat, di sekitar Masjidil Haram dan kawasan Misfalah, headline beritanya memuat pertemuan Raja Salman dengan Presiden Jokowi, tokoh ormas dan lintas agama. Raja Salman diberitakan mendukung toleransi beragama di Indonesia.

Salah satunya Koran Al Watan menulis headline dengan judul. “Khadim Al Haramain Menghormati Berbagai Macam Agama di Negara Muslim Terbesar”. OKAZ menulis dalam bahasa Arab dengan judul lebih panjang. “Raja Salman ke Jakarta Meninjau Berbagai Agama yang Terlindungi dan Bersatu. Khadim Al Haramain: Indonesia Negara yang Berkembang dan Memuliakan Umat dari Berbagai Macam Agama”. Al Jazirah lebih menyoroti tema di luar toleransi agama di Indonesia. Headlinenya bertuliskan, “Raja: Indonesia Bagus Dalam Politik dan Perekonomian Negara”.

Masih ada beberapa media yang menjadikan dukungan Raja Salman terhadap toleransi agama di Indonesia, sebagai headline. Tentunya pujian terhadap toleransi keberagaman di Indonesia menjadi angin segar bagi masyarakat Arab. Arab Saudi bisa belajar dari bangsa Indonesia bahwa Islam bisa hidup berdampingan dengan umat lain.

Pujian Raja Salman dan tanggapan masyarakat Arab disana seharusnya menyadarkan kita dan membuat kita bersyukur, bahwa negara kita memiliki nilai-nilai keberagaman yang tertuang dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa ini. Seharusnya kita belajar dari pengalaman buruk negara-negara timur tengah yang mengalami perpecahan. Indonesia itu jauh lebih beragam dibandingkan masyarakat di negara-negara Arab sana. Mereka ingin seperti kita yang dapat hidup damai dengan saling berdampingan, tapi masih ada saja orang Indonesia yang ingin seperti di timur tengah sana. (Durrotul Firdaus)