• Maret 21, 2017
  • mediaipnu
  • 0

DEWA KOPI PENUNTAS PAHAM RADIKALISME

Gelap malam yang ditambah dinginnya suasana pada malam ini, seakan-akan memanggil saya untuk maju berperang lagi melawan orientasi hedonisme dalam diri ini yang sesekali membisikkan saya untuk melupakan segala konsep struktural yang telah disusun secara sistematis. “Lupakan, Larilah anda dari arus kebenaran, maka niscaya anda akan memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya Ha…Ha…Ha…Ha…” Aduh, semakin bingungnya jiwa ini, apa yang harus saya lakukan? Dimana masih ada individu yang dibelenggu pola pikir individualis, saya harus apa? Mengadu kepada siapakah saya?” Apakah saya harus mengadu kepada Dewa Hermes, untuk menyampaikan kegundahan hati ini kepada sang penguasa negeri ini. Ataukah mengadu kepada Dewi Athena untuk mendapat sugesti akan kebijaksanaan apa yang harus kita ambil. Ataukah langsung mengadu kepada Dewa Ares Sang Mahaperang, haus akan darah untuk turun tangan menuntaskan Mafia Kekuasaan.

Namun semuanya tak berefek, duduk diam dan hanya bermohon kepada tokoh mitologi tak kan ada apa-apanya. Andaikan saja ada? Sungguh kacaunya para Dewa memandang dunia ini yang penuh dengan turbelensi individualisme. Setiap individu pemuja era sekuler akan berlomba-lomba meminta kebijaksanaan. Saya tak tahu langkah apa yang selanjutnya harus dipijaki, semakin gundah jiwa ini, dihadapan saya hanya ada segelas kopi. Seketika saya terpikir, apakah dengan segelas kopi kita mampu menuntaskan masalah berkepanjangan ini? Ya Bisa, Jika Arogansi Ideologis musnah dari setiap manusia, masalah ini tuntas dari negeri ini.

Marilah sejenak kita pandang permasalahan yang ada di ibu pertiwi. Persoalan Radikalisme, upaya pemisahan ideologis Pancasila, dengan “asumsi” bahwa ideologi yang sudah ada menimbulkan setiap masalah. Itu diakibatkan oleh kurangnya pemahaman PKN, Sok balik atuh ke SD hehehee. Konflik yang bertentangan secara pribadi baik percekcokan ideologi organisasi dapat kita selesaikan melalui jalan tengah. Semua masalah itu jelas dilandasi oleh Arogansi Ideologis, Arogansi Sosialis, persatuan yang ada jangan dirusak dong. Ada baiknya kita duduk bersila bersama berdiskusi, ngopi (ngobrol pilihan) bersama, musyawarah. Karena dari musyawarah kita sebagai generasi penerus sudah ikut andil menjaga kultur, adat istiadat daerah. Ikatkan tali persatuan diantara kita, jangan biarkan Arogansi Ideologis melekat di mindset kita dan mencap stigma ke diri kita. Gitu aja kok repot

“Wujudkan Kenyataan Melalui Islam NU-Santara Niscaya Tiang Kebenaran Akan Membakar Kita Dalam Kebijaksanaan”

Ilustrasi: http://www.vemale.com/inspiring/lentera/98058-menyesap-keistimewaan-dalam-secangkir-kopi-di-hari-kopi-sedunia.html

(Hendrawan Datukramat, Kader IPNU Komisariat SMK Negeri 1 Kaidipang, Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara )