• Maret 22, 2017
  • mediaipnu
  • 0

ANSOR Maju Satu Barisan: Halaqoh Dan PKD Khusus Kyai Dan Gus Muda Kabupaten Sleman

YOGYAKARTA – Lantunan mars Ansor, Banser dan juga Yaa Lal Wathon menghiasi kampus STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta yang digunakan sebegai tempat Halaqoh sekaligus Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Kyai, dan Gus muda se-Kabupaten Sleman (Minggu 19/03).

Acara pelatihan dipimpin langsung oleh Muh. Ariqul Haq, S.Pd.I selaku Ketua Forum Silaturahmi Pesantren (FORSIP), Kyai & Gus muda se-Kabupten Sleman, ketua PCNU Kabupaten Sleman, dan juga PC GP Ansor Kabupaten Sleman.

“Allah tidak akan mengambil ilmu dari seorang Ulama’ melainkan Allah akan mengambil seorang Ulama’ tersebut” penggalan pidato Kh. Arifin Ilham. Ya, dizaman sekarang ini sudah banyak para Alim Ulama dari kalangan NU khususnya yang telah diambil oleh Allah. Apabila tidak ada yang mewariskan ilmunya kemungkinan 100 tahun yang akan datang NU akan hancur di NKRI ini, dikarenakan tidak adanya sistem pengkaderan. Maka dari itu, sistem pengkaderan sangatlah penting dan utama sebagai pencetak kader penerus Ulama’ NU. “Kalau nanti ada generasi penerus NU, 100 tahun yang akan datang NU akan jaya di NKRI ini. Pemimpin yang dimaksud yakni pemimpin yang berkualitas serta pemimpin ala pesantren” kata Drs. Kh. Ismail S. Ahmad selaku ketua PCNU Kabupaten Sleman. Dengan adanya program pelatihan ini diharapkan kedepannya Ansor memiliki kader penerus perjuangan para Ulama, Kyai dan Sesepuh NU di masa mendatang.

Hal seperti ini juga diperlukan oleh generasi termuda di Nahdlatul Ulama yakni IPNU, supaya nantinya bisa menjadi calon pemimpin Ummat di generasi yang akan datang, maka diperlukan juga pengkaderan nyata. Pengkaderan yang mampu mencetak anggota IPNU berjiwa pemimpin secara real. Menjadi pemimpin yang berpegang teguh tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, penuh kasih sayang serta toleran antar manusia lainnya, bisa dipercaya dan juga adil. Seperti itulah kira-kira gambaran pemimpin negeri ini yang sangat dibutuhkan Rakyat. Jayalah Generasi muda NU, NKRI ada di tanganmu.

(Vinanda febriani)