• Maret 24, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Agama sebagai Solusi Menyelamatkan Pelajar Bangsa

Islam adalah agama, dan agama adalah aturan yang menuntun manusia pada kebaikan, kedamaian, dan keharmonisan dalam kehidupan. Tentu tidak hanya Islam. Semua agama pasti mengajarkan kepada penganutnya kebaikan, kedamaian, dan keharmonisan. Tidak ada agama yang mengajarkan keburukan, kebencian atau kedengkian. Semua penganut agama pasti berharap bermuara pada kedamaian. Sebagaimana yang diajarkan oleh agama itu sendiri. Agama adalah solusi untuk umat, sebab agama memiliki aturan yang baik serta harmonis yang mana jika aturan agama itu diterapkan, semua akan teratur dan selaras. Terlebih di era modern ini. Agama Islam khususnya tentu telah menerima perkembangan zaman dan tetap relevan dengan era modern.

Seluruh aturan agama pasti akan bermuara pada kedamaian seperti yang telah disebutkan. Seluruh inti dari mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai agama (baik ibadah yang sifatnya ritual maupun sosial) hasilnya adalah akhlaqul karimah. Inti dari ajaran agama Islam adalah memperbaiki perilaku agar menuju insan kamil. Di era modern ini akhlaq adalah salah satu yang amat penting diperhatikan, khususnya untuk para pelajar muda.

Disini kita dibenarkan untuk mengharap kemungkinan peranan ajaran Islam secara lebih besar dan kuat. Selain timbul dari kesadaran keimanan seseorang yang “kebetulan” beragama Islam, harapan kepada peranan Islam itu juga berdasarkan keyakinan sederhana, yaitu bahwa sebagian besar Bangsa Indonesia adalah orang-orang Muslim. Maka wajar jika Islam dipandang mempunyai pengaruh paling besar dan kuat dalam wawasan etis dan moral bangsa. Dari sinilah kita terdorong untuk melihat diri dengan jujur dan bertanya, “Benarkah Bangsa Indonesia khususnya umat Islam telah dijiwai dan dibimbing dengan akhlaq mulia?” “Apakah umat Islam sudah benar-benar paham bahwa diutusnya Nabi Muhammad saw. untuk menyempurnakan akhlaq?”

Akhlaq ini mutlak pentingnya, karena merupakan landasan ketahanan suatu bangsa mengahadapi “pancaroba”. Tanpa akhlaq yang baik, suatu bangsa akan binasa. Sebuah syair dalam Bahasa Arab yang sering dijadikan kutipan, menerangkan masalah ini:

 Sesungguhnya bangsa-bangsa itu tegak selama akhlaqnya,

Bila mereka rusak akhlaqnya, maka rusak-binasa pulalah mereka.

Dari sini kita tentu paham tentang pentingnya sebuah akhlaq. Terlebih tertuju kepada pemuda dan pelajar yang semua harapan bangsa ada di pundaknya untuk mengubah wajah bangsa menjadi gemilang. Para pelajar muda mesti sadar bahwa betapa masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh pelajar muda saat ini. Maka dengan mendekat dengan Islam dan memahami esensi sebuah bangsa dan mencintai bangsa sendiri adalah solusi untuk membangkitkan suatu bangsa yang krisis akhlaq.

Perjuangan para pelajar muda saat ini bukan hanya untuk belajar dan mempelajari ilmu-ilmu dunia, tetapi lebih penting lagi yakni menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan dengan mendekat kepada Islam sebagai agama. Belajar, berjuang, dan bertakwa bagi para pelajar muda sangat ditegaskan. Sebab dengan belajar, kita memahami apa arti perjuangan sebuah bangsa yang kemudian lahirlah rasa cinta terhadap bangsanya. Islam yang selalu memerintahkan umatnya untuk bertakwa tentu tidak boleh dilupakan oleh para pelajar muda. Seseorang tidak akan pernah mencapai tingkatan takwa apabila ia tidak pernah belajar dan berjuang melawan ego dalam dirinya.

Apabila para pelajar menerapkan prinsip keagamaan dan kebangsaan maka akan menghasilkan sebuah perubahan bagi bangsa. Para pelajar muda akan mengangkat dan menyelamatkan bangsa ini dari kubangan krisis moral bangsa kepada kesejahteraan, keharmonisan, dan kemajuan. Pelajar yang berakhlaq akan sadar bahwa kebersamaan adalah hal penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Maka sebab itu para pelajar harus bahu-membahu dalam belajar dan berjuang untuk mewujudkan harapan bangsa yakni bangsa yang umatnya bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia.

Oleh: Merry Devi Lemyana