• April 7, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Hubungan “Khilaf” dan “Khilafah”

Percaya atau tidak, kata “khilafah” adalah bentuk muannats dari kata “khilaf”. Padanan katanya misalkan, “al baqar” dan “al baqarah”, “jamil” dan “jamilah,” dan sebagainya. Padanan lainnya, silahkan saja dicari masih banyak sekali. Mengapa kata “khilafah” itu menurut saya bentuk muannats dari kata “khilaf”? Karena kebanyakan pengusung “khilafah” adalah orang-orang yang “khilaf.”

Apa maksudnya? Ya, mereka lupa bahwa sedang hidup di Indonesia, di negara yang beragam dari agamanya, sukunya, bahasanya dan budayanya. Mereka lupa sedang hidup di Indonesia, sampai akhirnya merongrong ideologi bangsanya sendiri. Karena “khilaf” mereka itulah, akhirnya mereka ingin membentuk bangsa ini jadi “khilafah”.

Mereka juga lupa dengan sejarah berdirinya bangsa sendiri, yang tidak saja didirikan oleh orang-orang Islam, tapi ada mereka yang beragama Kristen, Katholik, Hindu dan lainnya. Karena Mereka sedang khilaf tentang hal ini, makanya selalu gembar-gembor dan kampanye “khilafah.” Bahwa “Khilafah” adalah yang paling tepat, katanya.

Mereka juga sedang lupa karena demokrasilah mereka diperbolehkan untuk tetap ada. Atas nama kemanusiaan, kebebesan berserikat dan kebebasan berpendapat. Tapi karena khilafnya, mereka ingin mengganti demokrasi yang dengannya mereka boleh untuk ada dengan “khilafah” versi mereka. Lagi-lagi karena mereka sedang “khilaf” dengan kebaikan demokrasi.

Parahnya lagi, mereka yang sedang “khilaf” malah menyalah-nyalahkan orang yang tidak khilaf dan mengajaknya agar ikut mereka yang “khilaf”. Kalau bahasa gampangnya, orang sedang tersesat malah mengajak orang lain yang tidak sedang tersesat. Lagi-lagi karena mereka sedang “khilaf” jadi mohon dimaklumi.

Sayangnya, mereka yang sedang “khilaf” ngga ada sadar-sadarnya dan semakin berani membusungkan dada. Jadi begitulah pemirsa, materi minggu siang ini tentang hubungan antara “khilaf” dan “khilafah”, mohon maaf juga kalau tulisan ini ada yang salah, mungkin saya lagi “khilaf….aaahh”.

Oleh: Slamet Tuharie (Ketua PP IPNU)