• September 1, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Kader IPNU Harus Kembali ke Masjid

Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini dalam Latihan Instruktur Nasional (Latinnas) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menekankan kepada seluruh kader IPNU untuk kembali ke masjid.

“Kader IPNU sekarang harus kuasai masjid, ihyaul masjid,” katanya.

Hal tersebut diungkapkan mengingat masjid adalah sentra agama. Lebih jauh, Mas Helmi, begitu ia akrab dipanggil, menyampaikan, bahwa bentuk ihyaul masjid itu di antaranya dengan membuat perpustakaan dan kajian keagamaan.

“Kumpulkan buku-buku dan buat perpustakaan di dalamnya (masjid),” ujarnya.

Gerakan kader tidak cukup sampai di situ. Tetapi, Mas Helmi juga mengingatkan para kader agar menghidupkan masjid dengan kegiatan-kegiatan positif lainnya, seperti pengajian dan bersih-bersih. Para kader, pada hari tertentu, misalnya, berkumpul guna membersihkan masjid.

Ihyaul masjid ini sudah mulai digerakkan oleh rekan-rekan IPNU Jawa Timur. Koordinator Departemen Kaderisasi PW IPNU Jawa Timur Ahmad Ainun Najib mulanya melihat hal yang tidak seharusnya terjadi di masjid terbesar di Kota Surabaya. Kegiatan remaja masjid yang seharusnya bisa diikuti orang lain secara umum, tetapi saat itu sangat tertutup.

Sebagai kader IPNU yang aktif di masjid, Ahmad Ainun Najib langsung bergerak cepat dengan mendatangi pengurus DKM. Berkat hal tersebut, saat ini kepengurusan Remaja Masjid Al-Akbar Surabaya diisi oleh mayoritas kader IPNU, IPPNU, Aswaja Center, dan beberapa pengurus Ma’had Ali Masjid Al-Akbar. Saat ini, Najib didapuk menjadi ketuanya.

(Syakirnf)