• September 15, 2017
  • mediaipnu
  • 0

CERDAS MEMILIH PEMIMPIN, PC IPNU IPPNU METRO SOSIALISASI UNDANG-UNDANG RI NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM

METRO- Cerdas memilih pemimpin dan STOP POLITIK (POLemik Indonesia Terkait Intimidasi Keuangan. Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kota Metro ikuti Sosialisasi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, yang diadakan oleh SEKDA Kota Metro di LEC Kartika Kota Metro, Kamis (14/9).

Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono menyampaikan,”Pelaksanaan pemilu di Indonesia memang masih memiliki hambatan dan kendala. Permasalahan yang muncul itulah yang harus diperbaiki sebelum pelaksanaan Pemilu serentak 2019. Pergantian sistem dan mekanisme pelaksanaan pemilu bukanlah suatu solusi yang pas bagi permasalahan yang ada. Karena permasalahan yang ada saat ini bukanlah masalah parlement threshold ataupun presidentsial threshold, tantangan yang utama adalah bagaimana mengembalikan peran dan fungsi partai politik seperti yang dijelaskan diatas. Jadi partai politik bukan hanya fokus memikirkan berapa orang yang didudukan di legislative dan siapa yang akan dicalonkan sebagai kepala daerah atau presiden”.

“Memang apabila dikaji dalam pelaksanaan pemilu serentak 2019, jika kita lihat dari segi kelembagaan Negara pemilu serentak merupakan solusi yang pas untuk memangkas anggaran Negara dalam pelaksanaan pemilu. Karena pemilu yang biasanya dilaksanakan sebanyak 3 kali, yaitu pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pilkada nantinya akan dilaksanakan dalam satu kegiatan. Secara tidak langsung anggaran yang akan dipergunakan akan lebih sedikit”, tutur ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah, SH, MH.

Hadir juga Ketua Kesbangpol Kota Metro Dedi Fryadi Ramli yang menyampaikan,Berbicara keterwakilan perempuan dalam pemilu, memang tantangan terbesar adalah bagaimana membuat politik itu sebagai seni, sebagai ajang untuk perang strategi dan program, bukanlah sebuah kegiatan yang sarat dengan kekerasan, kotor, dan penuh intrik, sehingga membuat para kaum perempuan ini memiliki minat langsung terjun secara aktif dunia politik. Sehingga politik dipandang sebagai sesuatu yang indah dan beretika, kata Dedi.

STOP POLITIK “POLemik Indonesia Terkait Intimidasi Keuangan”(Dedek Riwanto Ja’far Shodiq)