• September 20, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Ketua Umum PP IPNU Hadiri Rakercab II dan Diklat Keorganisasian PC IPNU IPPNU Kudus

Kudus – Program kerja merupakan satu kesatuan dalam organisasi, tanpa program kerja suatu organisasi tidak mempunyai ruh. Demi memperlancar program kerja maka PC IPNU IPPNU Kudus mengadakan Rapat Kerja Pimpinan Cabang (RAKERCAB) PC IPNU IPPNU Kudus (17/09). Rakercab II dan Diklat Keorganisasian tersebut dihadiri oleh ketua umum PP IPNU rekan Asep Irfan Mujahid, Ferial Farkhan Ibnu Ahmad ketua PW IPNU Jawa Tengah dan jajaran pengurus PAC IPNU IPPNU se-kabupaten Kudus.

“Acara ini merupakan acara yang istimewa bagi kami, karena pada hari ini dihadiri oleh ketua umum PP IPNU yaitu rekan Asep Irfan Mujahid dan ketua PW IPNU Jawa Tengah rekan Ferial Farkhan Ibnu Ahmad, rekanita Zaimah sekretaris umum PP IPPNU dan lainnya. Hal ini merupakan semangat bagi kami karena moment ini sangat istimewa dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata” tutur Wahyu Saputro, ketua PC IPNU Kudus. “Rakercab II adalah bentuk evaluasi program kerja setelah satu tahun kepengurusan kami. Disamping itu, diklat organisasi juga merupakan ajang pelatihan kami untuk PAC IPNU IPPNU se-kabupaten dan harapannya setelah Rakercab dan Diklat Organisasi ini masing-masing PAC bisa mengaplikasikan di daerahnya masing-masing” imbuh Yoyok sapaannya.

“Tertib administrasi merupakan suatu kewajiban penting bagi seluruh struktural IPNU. Karena IPNU kuat dan bisa bertahan sampai sekarang karena patuh terhadap administrasi. Dan IPNU Kudus yang merupakan barometernya pengkaderan yang ada di Jawa Tengah ini harus belajar dengan sunguh-sunguh mengenai tertib administrasi. Karena mempertahankan status PC yang terbaik bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu kami memberi penekanan bagi kader IPNU IPPNU harus tertib administrasi” ujar Feri, sebutan akrabnya ketua PW IPNU Jawa Tengah. Pengembalian makna IPNU IPPNU kepada pelajar membuat IPNU IPPNU harus melebarkan sayap hingga di pimpinan komisariat. Karena di sekolah umum asing dengan adanya agama dan itu celah bagi aliran radikal masuk untuk mengkader menjadi teroris. Sehingga IPNU IPPNU menjadi  organisasi pengkaderan pertama Nahdlatul Ulama  dikalangan pelajar. IPNU IPPNU harus bisa memberi pengetahun tentang Islam Rahmatan Lil Alamin. Sehingga celah masuknya islam radikal bisa tertutupi oleh IPNU IPPNU” tambahnya.

Soleh Syakur, ketua Majelis Alumni PC IPNU Kudus mengatakan “Pentingnya administrasi harus diketahui oleh kader IPNU karena IPNU IPPNU merupakan pengkaderan awal di Nahdlatul Ulama. Jika menyepelekan administrasi, maka bagaimana bayangan Nahdlatul Ulama kedepannya. Disisi lain IPNU IPPNU harus bisa masuk ke sekolah-sekolah umum karena tantangan besar kita adalah menghadapi Islam radikal.” Setelah acara pembukaan kemudian diisi dialog publik oleh ketua PP IPNU dilanjut dengan bedah POPA dan PPOA. Yang terakhir  adalah Rakercab II PC IPNU IPPNU Kudus.

(Mustofa/HF)