• September 27, 2017
  • mediaipnu
  • 0

Kenapa Harus Pacaran?

Dewasa ini ada sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh banyak pelajar, yakni pacaran. Melihat pergeseran budaya yang dialami bangsa ini, makin lama gaya pacaran juga makin memprihatinkan. Banyak sekali pelajar yang sudah melewati batas ketika menjalin hubungan yang tidak resmi dan mendekati zina ini.

Yang melakukan pacaran ini bahkan tidak cuma pelajar yang sekolah di sekolah negeri, dimana ilmu agama jarang diajarkan sekolah tersebut. Pelajar yang menuntut ilmu di madrasah bahkan sampai santri sekalipun juga tak luput dengan pacaran ini. Dan jika kita sudah membahas pelajar, maka IPNU dan IPPNU juga perlu kita bahas. Fakta di lapangan, masih ada pengurus dan anggota IPNU IPPNU yang melakukan pacaran.

Alasan mereka pacaran juga bermacam-macam, mulai dari menambah semangat belajar hingga ingin berkenalan lebih jauh. Jika kita bicara tentang menambah semangat belajar, itu memang bagus untuk kita. Tapi saya berani jamin bahwa pacaran bukanlah alasan kita lebih semangat untuk belajar.  Memang ketika pacaran, pelajar bisa lebih semangat, tapi ketika putus, apakah pelajar juga masih bisa semangat?

Yang ada bukanlah semangat lagi, tapi justru konsentrasi kita ketika belajar akan terganggu akibat hancurnya suatu hubungan. Tentunya ini akan sangat merugikan kita sebagai pelajar dan membuat orang kita menjadi sedih. Saya sendiri sudah membuktikan hal tersebut.

Kemudian ada alasan bahwa pacaran itu untuk mengenali pasangan tidak resmi kita lebih jauh. Namun faktanya, itu hanya mitos belaka. Kenyataannya, banyak sekali pelajar yang tidak berkenalan lebih jauh tapi justru hanya saling memuaskan nafsu birahi saja. Bahkan saling bersentuhan di bagian yang sensitif juga sering dilakukan oleh pelajar yang berpacaran.

Itulah alasan wanita bisa lebih murah dari pelacur ketika pacaran, karena semua diatasnamakan cinta. Kalau pacaran berakhir dengan pernikahan, itu masih lebih baik meskipun dosa yang didapat cukup banyak. Tapi kalau berakhir dengan hancurnya suatu hubungan pasti yang paling dirugikan adalah seorang wanita.

Jadi, kenapa kita sebagai pelajar harus pacaran untuk mengenal orang yang kita cintai lebih jauh? Bukankah ada jalan yang lebih baik, yakni ta’aruf? Mari kita renungkan bersama-sama. Ini adalah opini pribadi saya sebagai pengurus IPNU, semoga bermanfaat untuk rekan & rekanita.

Oleh: Ica Annajmussaqib

Editor: Humam Fauyi