• Juli 25, 2020
  • syakirnf
  • 0

Pembelajaran Daring di Manado Terkendala Jaringan

Manado, IPNU

Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK IPNU) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, merasa bahwa pendidikan di tengah pandemi mengalami penurunan dalam proses pembelajarannya. Pasalnya, kegiatan belajar yang dilakukan secara daring ini terkendala jaringan.

“Masalahnya masih ada beberapa siswa yang mengeluh karena masalah jaringan yang tidak stabil bahkan buruk, sehingga hal tersebut sangat menghabat proses belajar,” kata Ketua Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK IPNU) MAN Model 1 Manado Fathur Rahmat Saifullah Tawil saat dihubungi Media IPNU, Rabu (22/7).

Pria asal Langowan itu merasa bahwa kebijakan kebiasaan baru (new normal) belum mampu memulihkan proses pendidikan secara menyeluruh. Bahkan ia berspekulasi bahwa keefektifan proses belajar secara daring itu menurun hingga 60% dibandingkan dengan belajar secara normal atau tatap muka.

Sementara itu, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN Model 1 Manado yang juga salah satu kader PK IPNU, Mohamad Farshah Al Fath Paputungan, menganggap proses pendidikan yang dilakukan secara daring tidak memenuhi kebutuhan siswa itu sendiri.

“Misalnya saja saat siswa memahami materi, kebanyakan para guru hanya menilai siswa sudah menyelesaikan tugas atau belum, bukan dari apakah siswa sudah memahami materi yang telah dijelaskan saat e-learning,” ujarnya.

Namun ia menambahkan, belajar secara daring keuntungannya juga banyak jika sekolah mampu mengelolahnya dengan baik. Misalnya, ia mencontohkan, MAN Model 1 Manado ini yang cukup tanggap dalam merespon keputusan pemerintah untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring.

“Di mana proses KBM sudah menggunakan website resmi e-learning yang bisa diakses melalui link www.manmodelmanado.sch.id,” jelasnya.

Ia merasa bahwa belajar dari rumah jauh lebih hemat karena sudah ada fasilitas Wi-Fi, yang biasanya dalam sebulan pengeluaran sangat banyak mulai dari sewa kamar kos, transportasi, makan dan kebutuhan sehari-hari saat sekolah masih normal.

Kontributor: Suparyanto
Redaksi: Hasyim