• Juli 27, 2020
  • syakirnf
  • 0

Nobar Film ‘Sang Kiai’, Cara IPNU IPPNU Queen Assalam Lestarikan Perjuangan Ulama

Banyuwangi, Media IPNU

Sadar betapa pentingnya melestarikan semangat perjuangan para ulama membuat Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Queen Assalam mengadakan nonton bareng (Nobar) film Sang Kiai, Sabtu (26/7) Malam.

Nobar film yang disutradarai Rako Prijanto ini mendapat antusias yang cukup besar dari santri PP Queen Assalam. Pasalnya, perjuangan yang digambarkan dalam film Sang Kiai, lanjutnya, dapat membuat santri terbawa dalam suasana film yang penuh ketegangan dan perjuangan, hingga tak ada sedikit pun mata yang berpaling dari layar film. Mereka fokus untuk memperhatikan setiap adegannya, enggan terlewat satu pun.

Ketua PKPP IPNU Queen Assalam M Akbar Maulana sangat optimis dengan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan ini, yakni mereka termotivasi untuk dapat meneruskan perjuangan para kiai terdahulu.

“Semoga dengan menonton bareng kisah perjuangan para ulama nusantara, santri dapat mewarisi tekad perjuangan yang dimiliki oleh para pejuang kemerdekaan, baik kalangan ulama ataupun perjuangan para santri,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PKPP IPPNU Queen Assalam Diah Indah Muzayyanah merasa senang dengan terselenggaranya nobar sang kiai. Pasalnya, hal tersebut membuat para santri dapat mengetahui sejarah dengan suasana yang berbeda, bukan sekada membaca. “Ini membuat santri lebih mengetahui sejarah perjuangan ulama dalam hal membela NKRI,” terangnya.

Indah, sapaan akrabnya, berjanji akan terus melakukan inovasi dalam agenda-agenda PKPP Queen Assalam selanjutnya. Pasalnya, memang kegiatan ini adalah kegiatan pertama yang kami selenggarakan setelah satu bulan lalu membentuk kepengurusan.

Sumber: Rapi Films

Apresiasi besar diberikan oleh Ketua PAC IPNU Muncar Achamad Firdausi Masduqi atas terselenggaranya acara nonton bareng film Sang Kiai tersebut. Ia mengaku bangga terhadap kepekaan pengurus PKPP IPNU IPPNU Queen Assalam terkait minimnya pengetahuan sejarah perjuangan para ulama. Respons demikian ini, menurutnya, sangat diharapkan demi mengantisipasi degradasi literasi sejarah para generasi muda Nahdlatul Ulama.

“Dewasa ini memang banyak sekali pemuda Nahdliyin yang buta akan sejarah berdirinya negara. Hal ini memang disebabkan karena sejarah perjuangan para ulama yang diburamkan. Terbukti sejarah perjuangan ulama dan kalangan santri baru diakui oleh negara pada tahun 2015 dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” tutur pria alumni pesantren Manbaul Ulum Muncar itu.

Sebagaimana diketahui, film tersebut mengisahkan perjuangan Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam memerdekan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kontributor: Achamad Firdausi Masduqi

Editor: Syakir NF