• Juli 30, 2020
  • syakirnf
  • 0

PW IPNU Jatim Luncurkan Gerakan IPNU Educare

Jawa Timur, Media IPNU

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur meluncurkan gerakan “IPNU Educare” pada Selasa (28/7). Gerakan relawan belajar ini diluncurkan langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa Timur, Choirul Mubtadiin. Ia menegaskan bahwa gerakan ini merupakan respon atas kebijakan pemerintah tentang Belajar Dari Rumah (BDR) yang diakibatkan pandemi.

“Hari ini para pelajar juga terdampak dari adanya pandemi, mereka beberapa bulan sudah tidak bisa belajar di sekolah, beberapa orang tua juga merasa kesulitan mendampingi belajar, banyak pelajar yang stres karena hal ini dan juga metode BDR ini menurut hasil riset kami masih belum efektif, maka kemudian IPNU hadir sebagai ikhtiar dan respon atas kegelisahan-kegelisahan tersebut,” terangnya.

Hasil survei Student Research Center (SRC) IPNU Jawa Timur menunjukkan mayoritas pelajar Jawa Timur setuju dengan pernyataan bahwa belajar di sekolah, bertatap muka dengan guru lebih efektif dari pada belajar dari rumah, dengan prosentase 95,42%. Kemudian 3,33% tidak setuju, dan 1,25% menjawab tidak tahu.

“Maka kami berikhtiyar untuk membantu dan memfasilitasi belajar dari rumah sehingga proses belajar mengajar tetap bisa efektif,” tambah Muntadiin.

Kegiatan peluncuran yang digelar virtual tersebut juga digandeng dengan webinar yang bertajuk gotong royong untuk pelajar Indonesia dengan Narasumber Hasan Chabibie selaku Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud RI. Dalam pemaparannya ia mengapresiasi gerakan relawan IPNU Educare tersebut.

“Di masa pandemi ini banyak pelajar khususnya di Jatim yang terdampak, kita butuh gerakan yang bisa mempertahankan nyala api semangat belajar dan saya rasa IPNU Educare ini hadir untuk menjawab itu dan kami sangat mengapresiasi,” ungkapnya.

Koordinator gerakan IPNU Educare, Muhammad Ishomuddin Haidar, berharap, gerakan pendampingan belajar tersebut perlu adanya dukungan dari seluruh kader dan anggota IPNU se-Jawa Timur.

“Perlu adanya gerakan kolektif untuk mengatasi problematika ini, semuanya harus terlibat, gotong royong dan bahu membahu untuk pelajar Indonesia yang hari ini terdampak Covid-19, karena hal tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia termasuk IPNU,” jelasnya.

Haidar menambahkan ada dua tujuan dari IPNU Educare ini yaitu Advokasi dan Pendampingan Pelaja. “Kami mendesain IPNU Educare berdasarkan kebutuhan Pelajar saat ini, pertama Advokasi hal ini perlu untuk menyampaikan aspirasi pelajar ke intansi atau lembaga pemerintah terkait, kemudian pemberian beasiswa kepada pelajar yang membutuhkan, dan yang ketiga untuk perlindungan pelajar dari kekerasan dikalangan pelajar,” tegas Wakil Ketua IPNU Jatim tersebut.

Selain advokasi, ia melanjutkan, IPNU Educare juga bertujuan untuk mendampingi, memfasilitasi, dan konseling pelajar yang melakukan belajar dari rumah dengan melibatkan relawan IPNU Educare.

“Kami mengajak kepada organisasi, mahasiswa, pelajar, maupun instansi dan lembaga yang konsen di bidang pendidikan untuk bisa berpartisipasi di IPNU Educare ini, dan mari kita gotong royong untuk pelajar Indonesia,” pungkas pria asal Jombang itu.

Pewarta: PW IPNU Jatim
Editor: M Hasyim Azhari