• Agustus 3, 2020
  • syakirnf
  • 0

Pentingnya Menghiasi Diri dengan Membaca Shalawat

Oleh: Nur Kholis

Salah satu ibadah yang mempunyai fadilah yang sangat luar biasa, tetapi sering dilupakan oleh kaum muslimin adalah bershalawat. Shalawatmerupakan ibadah sunnah muakkadah, yakni ibadah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara bahasa, shalawat adalah bentuk jamak dari kata sholat yang artinya kemuliaan, keberkahan, kesejahteraan, ibadah, dan do’a. Secara terminologi (istilah), shalawat merupakan bentuk doa dan pujian yang disampaikan untuk Nabi Muhammad saw. sebagai wujud ibadah kepada Allah swt.

Membaca shalawat adalah dimensi ibadah yang sangat agung , unik, dan berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain. Ketika Allah memerintahkan kita untuk shalat, Allah tidak memberikan contoh bagaimana tata cara shalat yang benar, karena Allah adalah Tuhan, tidak membutuhkan siapapun. Begitu pula ibadah yang lainya seperti haji dan zakat, Allah hanya memerintahkan untuk melaksanakan ibadah tersebut dan tidak dicontohkan secara eksplisit. Tetapi ketika ibadah shalawat, Allah SWT sendiri yang mencontohkan, hal tersebut tersurat dalam firman-Nya pada surat Al-Ahzab ayat 56.

          إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (Q.S. Al Ahzab ayat 56)

Pada ayat tersebut, Allah dan para Malaikat bersholawat kepada Nabi Muhammad  SAW dan memerintahkan hal tersebut kepada kaum muslimin. Kemudian dapat dipahami bahwa kita dianjurkan untuk membaca shalawat kepada Nabi. Bahkan Allah swt. sendiri bershalawat dengan memberikan rahmat ta’dzim serta malaikat-Nya pun bershalawatuntuk Nabi Muhammad. Hal tersebut karena teramat istimewanya Nabi Muhammad Saw dengan akhlaknya, sehingga bershalawat kepada beliau merupakan nilai ibadah di sisi Allah. Tentunya, kita sebagai umatnya, harus menjadikan ibadah shalawatsebagai bagian dari diri kita sehingga bisa diamalkan secara istiqomah dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, diceritakan dalam suatu riwayat oleh Syekh Abu Nashr Muhammad Al Hamdani dalam Al-Sabiyat, bahwa mahar (mas kawin) Nabi Adam a.s. ketika menikahi Siti Hawa bukan berupa emas, perak, berlian, atau permata, melainkan shalawat kepada Nabi Muhammad. Pada awalnya, Nabi Adam bertanya kepada Allah dengan apa dirinya harus memberikan mahar kepada Hawa. Apakah dengan emas, perak atau permata. Allah menjawab tidak. Lalu, Nabi Adam melanjutkan pertanyaannya apakah dengan puasa, shalat, dan tasbihnya kepada Allah. Allah juga menjawab tidak. Namun, Allah menjawab “Dengan bershalawat kepada kekasih-Ku Muhammad  Saw”.

Setelah mengetahui jawaban Allah, Nabi Adam tertegun mendengarnya, dan bertanya-tanya siapa Muhammad itu. Dia pasti teramat mulia dan agung. Perlahan Nabi Adam mengerti bahwa Muhammad merupakan keturunannya yang akan diutus menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman yang merupakan penutup para Nabi sekaligus kekasih Allah SWT. Setelah itu pada akhirnya Nabi Adam AS melangsungkan pernikahannya bersama Hawa dengan mahar bacaan shalawat.

Sebagai kaum muslimin, posisi shalawat merupakan tanda kecintaan kita kepada Allah dan Rasulullah saw. Diibaratkan ketika seseorang sedang mengalami jatuh cinta, maka tanda-tandanya adalah sering memikirkannya, selalu ingin bersamanya, tidak mau berjauhan, dan sering menyebut-nyebut namanya. Apabila kita memang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka juga harus ada buktinya, salah satunya dengan cara berdzikir dan membaca shalawatsebanyak-banyaknya serta menghiasinya dalam kehidupan kita.

Shalawat juga mempunyai banyak fadhilah (keutamaan). Satu kali membaca shalawat Nabi, Maka Allah akan bershalawatkepada kita sepuluh kali. Satu bacaan shalawat yang kita panjatkan maka balasannya adalah sepuluh ampunan, sepuluh barokah, dan sepuluh rahmat. Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya menjelaskan tentang fadilah dari membaca shalawat:

أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: “Perbanyaklah kalian membaca sholawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali,” (HR. Al-Baihaqi (III/249).     

Selain itu, apabila kita rajin mengamalkan shalawat dalam kehidupan sehari-hari, Allah akan mencukupkan rezeki untuk kita serta memberikan ketenteraman dalam hidup. Bahkan Allah tidak akan pernah menolak  doa  dari seorang hamba yang diawali atau mengakhirinya dengan shalawat, doanya pasti akan diterima. Karena Allah apabila tidak mengabulkan doa dari seorang hamba yang di dalamnya ada shalawatnya.

Diriwayatkan oleh Dailami di dalam kitabnya Musnad Firdaus dari haditsnya Anas, bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:

“Setiap doa terhalangi sampai sekiranya ia mau bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.” (HR Dailami no: 4754.)

Maka, lebih baik kita mengawali suatu perkerjaan dengan shalawat, kemudian shalat membaca shalawat, bahkan saat ada waktu luang bisa dipergunakan untuk memperbanyak membaca shalawat. Orang yang istiqomah membaca shalawat, ia tidak akan pernah merugi sedikit pun. Justru kebaikan-kebaikan akan memenuhi kehidupannya. Bahkan, Allah akan senantiasa memberikan jalan atas setiap kesulitan yang dihadapinya. Semakin banyak membaca shalawat semakin baik.

Orang yang istiqomah membaca shalawat maka di hari kiamat, Nabi akan mendatanginya dan memberikan syafaat kepadanya. Maka jika kita bisa melakukannya dengan istiqomah, mudah-mudahan kita termasuk orang yang mendapatkan syafaat dan dapat berkumpul dengan Nabi Muhammad saw. beserta para keluarga, pengikut, dan umatnya yang lain. Aaamiin.

Penulis adalah kader PAC IPNU Trawas Mojokerto