• Agustus 7, 2020
  • syakirnf
  • 0

Fadilah Shalat Dhuha

Oleh: Acep Ridwan Maulana

Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunat yang memiliki banyak fadhilah. Banyak ulama yang mengatakan bahwa shalat sunnah yang satu ini dapat menjadi salah satu sebab terbukanya pintu rezeki.

Tentu rezeki disini mengandung dimensi yang luas, tergantung siapa yang menerimanya. Bagi seorang ayah, tentu rezeki yang diharapkan adalah nafkah yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

Berbeda lagi dengan seorang pelajar, rezeki utama bagi mereka adalah dimudahkannya mencari ilmu yang kelak akan bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Terlepas dari itu semua, shalat dhuha ini memang termasuk salah satu sunah Nabi yang paling istimewa. Imam Zainuddin al-Malibari dalam salah satu kitab karangannya, Fathul Mu’in, mengutip sebuah hadits yang berbunyi :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أوصاني خليلي صلى الله عليه و سلم بثلاث صيام ثلاثة أيام من كل شهر و ركعتي الضحى و أن أوتر قبل النوم.

Artinya : “Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : “Kekasihku (Rasulullah SAW) telah memberiku wasiat atas tiga perkara : puasa tiga hari setiap di setiap bulan, dua rakaat sholat dhuha, dan (perintah melaksanakan) sholat witir sebelum tidur (malam).” (HR. Bukhari Muslim).

Dalam riwayat lain, Imam Ahmad menambahkan kata fi kulli yaumin setelah kata al-dhuha. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya amalan sholat dhuha ini yang bahkan dianjurkan ditunaikan setiap hari menurut riwayat Imam Ahmad. Ini semakin membuktikan betapa besarnya Fadhilah sholat dhuha ini.

Membiasakan umat muslim untuk  menunaikan shalat Dhuha tentu bukanlah hal yang mudah. Namun, belakangan ini tren pembiasaan menunaikan shalat Dhuha di lingkungan sekolah dan madrasah menunjukkan peningkatan. Tentu ini membawa angin segar bagi pendidikan keislaman khususnya bagi generasi muda muslim.

Sebagai seorang pelajar kaum Nahdliyin, kita harus menjadi pionir dan penggerak lingkungan kita untuk gemar menunaikan shalat dhuha.

Selain sebagai pembuka pintu rezeki, shalat dhuha juga merupakan salah satu cara mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan pada kita, terutama nikmat persendian dalam tubuh manusia yang jumlahnya mencapai 360 buah. Nabi Muhammad saw bersabda :

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Dalam diri manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya,” mereka bertanya,”Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?” Beliau menjawab,”Memendam riak yang ada di masjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalanan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua raka’at shalat Dhuha mencukupkanmu.”

Semakin banyak rakaat Dhuha yang dikerjakan, tentu semakin banyak pula fadilah yang didapatkan. Maka dari itu, mari kita perbanyak ibadah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt.

Semoga kita dapat terus Istiqamah untuk berpegang teguh pada ajaran-Nya dan mengikuti Sunnah Nabi-Nya.

Penulis merupakan kader IPNU Pangandaran