• Agustus 17, 2020
  • syakirnf
  • 0

Dari Nol hingga 19 PAC Didirikan di Lumajang

Lumajang, Media IPNU

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU) merupakan tunas-tunas muda (masa depan) Ansor, Fatayat, Muslimat dan juga NU yang mengawal akidah ahlussunnah wal Jama’ah di kalangan pelajar.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Lumajang Taufiq Ismail dalam sambutannya saat pembentukan Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungjajang, Jumat (14/8).

“Alhamdulillah Kecamatan Kedungjajang ini adalah PAC ke 19 dari 21 kecamatan keseluruhan yang ada di Kabupaten Lumajang,” ungkapnya senang.

Membentuk PAC sebanyak ini, menurutnya, bukanlah hal yang mudah tanpa dukungan dari para pengurusnya dan juga beberapa pihak yang membantu. Ia menuturkan bahwa banyak tantangan yang dihadapi selama ini dalam mengenalkan NU di kalangan pelajar, santri, hingga mahasiswa di Lumajang.

“PAC yang ada di Lumajang ini memang lama sudah tidak aktif (vakum), ada yang 10 tahun, 19 tahun, bahkan ada beberapa kecamatan yang sejak awal tidak pernah terbentuk PAC,” imbuh pria yang biasa disebut Taufiq itu.

Taufiq merasa seperti mimpi, karena sejak awal menjabat sebagai ketua PC ia diwarisi nol PAC dan itu merupakan pekerjaan rumah (PR) yang sangat berat baginya saat awal menjabat dulu. Namun menjadi luar biasa di akhir masa jabatan, Taufiq bersama pengurusnya sudah membentuk 19 PAC.

Ia berharap PAC yang sudah terbentuk kedepanya bisa terus bersinergi, tidak ada lagi yang namanya vakum, tidak aktif atau pun tiba-tiba berhenti dan hilang.

“Karena di IPNU dan IPPNU kita bisa belajar banyak hal, mulai dari ilmu sosial, masyarakat, dan lain sebagainya untuk meningkatkan kompetensi yang berkualitas,” pungkasnya.

Pewarta: Bacharuddin Yusuf
Editor: M Hasyim Azhari