• Agustus 20, 2020
  • syakirnf
  • 0

Ratusan Kader NU Kibarkan Merah Putih di Gunung Gajah Mungkur

Mojokerto, Media IPNU

Ratusan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mojokerto membentangkan bendera Merah Putihdi puncak Gunung Gajah Mungkur Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia pada Senin (17/8).

Pasukan pengibar bendera tersebut berasal dari  berbagai satuan organisasi otonom NU, mulai dari Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Banser, Gerakan Pemuda Ansor, hingga komunitas NU Backpacker.

Mereka telah memulai pendakian ke Gunung Gajah Mungkur sejak Ahad (16/08) via jalur Telogo, Desa Kunjorowei, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Andika, Ketua Panitia Peringatan 17 Agustus di Gunung Gajah Mungkur, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 250 kader NU yang tergabung dan ikut serta dalam melaksanakan upacara bendera tersebut. 

“Ada sekitar kurang lebih 250 personil” , kata laki-laki yang juga menjadi pemandu dan penanggungjawab pos penjagaan pendakian via jalur Tlogi tersebut.

Menurutnya, selain untuk memperkenalkan keindahan tempat pariwisata, pendakian juga dilakukan dengan tujuan guna memperkenalkan jalur pendakian Telogo yang telah resmi dibuka, yakni jalur pendakian ke Watu Jolang.

“Jalur pendakian Watu Jolang sudah resmi, maka perlu untuk diperkenalkan kepada para pendaki” ujar anggota Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU Kab. Mojokerto itu.

Ia juga menambahkan bahwa telah menjadi agenda rutin tahunan pendakian dan pelaksanaan upacara bendera pada momen 17 Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, pada tahun ini memang tidak seramai seperti peringatan pada tahun-tahuan sebelumnya. Hal ini dikarenakan oleh penyebaran pandemic Covid-19 yang belum selesai.

“Kita melaksanakan pembatasan di pintu masuk jalur pendakian lewat jalur Tlogo guna menghindari kerumunan massa. Dan juga, kita mengimbau para pendaki agar eap mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Momen perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan momen untuk membangun persatuan dan kesatuan, kerja sama, serta sikap gotong-royong guna mengatasi tantangan dan ujian Covid-19. “Sehingga kita semua dapat cepat keluar dan tampil sebagai bangsa pemenang, serta mencapai Indonesia Maju sesuai dengan cita-cita bersama,” pungkasnya.

Kontributor: Nur Kholis
Editor: Syakir NF