• September 4, 2020
  • syakirnf
  • 0

IPNU Jateng Harap Kuota Gratis Kemendikbud Merata

Semarang, Media IPNU

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membagikan kuota gratis kepada para pelajar guna menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Merespons hal itu, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah Syaeful Kamaluddin mengatakan program tersebut harus diapresiasi dan didukung penuh.

“Berkaitan dengan hal itu yang dimaksudkan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) tentu perlu diapresiasi dan didukung. Setidaknya dengan hal ini masalah pemenuhan kebutuhan kuota internet menjadi ringan bahkan bisa dibilang menghilangkan beban di kalangan pelajar,” ungkapnya, Kamis (3/9).

Namun, hal ini masih memunculkan pertanyaan terkait pendistribusiannya, apakah bantuan ini akan berupa kuota data yang akan langsung ditambahkan ke nomor ponsel masing-masing pelajar atau berupa pulsa yang akan digunakan untuk membeli kuota internet.

“Saya harap Kemendikbud memiliki mekanisme yang tertata dalam mengelola program ini agar para pelajar nantinya tidak bingung. Jadi tinggal ikuti saja petunjuk dan arahan dari sekolah masing-masing agar juga jumlah kuota yang ada bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan agar efektif dan efisien,” harapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan tidak meratanya program kuota internet gratis ini. Pasalnya, masih banyak pelajar yang tidak memiliki ponsel dan tinggalnya di desa yang belum tentu ada jaringa di sana.

“Menurut saya, program ini hanya bisa membantu pelajar yang memiliki ponsel dan akses sinyal yang bagus, kemudian bagaimana dengan pelajar yang terbatas akan hal itu, tentu hal ini juga harus diperhatikan agar program ini merata dan dirasakan oleh seluruh pelajar senusantara,” ungkapnya.

Selain menyampaikan aspirasi dari para pelajar, ia juga mengungkapkan bahwa pada umumnya permasalahan setiap pelajar dari berbagai wilayah tentunya juga berbeda.

“Sebenarnya Kemendikbud dan dinas-dinas terkait bisa memetakan masalah terlebih dulu. Karena, kebutuhan pemenuhan pendidikan di masing-masing daerah berbeda terutama di pelosok desa. Sehingga dana yang ada juga bisa dialokasikan bukan hanya untuk pembelajaran daring, melainkan juga luring,” pungkasnya.

Pewarta: Maulana Bahrul Alam
Editor: M Hasyim Azhari