• September 4, 2020
  • syakirnf
  • 0

IPNU Kalsel Respons Positif Kebijakan Pulsa Gratis Kemendikbud

Kalsel, Media IPNU

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad HS merespons pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tentang pemberian pulsa kepada siswa-siswi yang sedang menerapkan sistem Pembelajaran Jajak Jauh (PJJ).

Pernyataan Mendikbud itu diajukan saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8) lalu.

Muhammad HS memberikan apresiasi bahwa pernyataan Menteri Nadiem adalah bukti bahwa para menteri mendengarkan keluhan masyarakat. Karena itu, membagikan pulsa kepada siswa-siswi yang membutuhkan adalah respons positif.

“Alhamdulillah, ini merupakan bukti bahwa pemerintah kita peduli terhadap masyarakatnya, pendidikan adalah hal yang harus dinomor satukan demi generasi kita kedepannya,” ucap Muhammad HS dengan semangat.

Tercatat, anggaran sejumlah Rp7,2 triliun yang dialokasikan untuk para siswa-siswi, guru, dan dosen untuk menerapkan PJJ ini harus benar-benar tersampaikan kepada siswa yang telah terdata. Sehingga tidak ada kesamaran bahwa anggaran itu memang sudah tersampaikan ke seluruh penjuru. Sebab, dana yang tidak sedikit itu akan mengundang beberapa pertanyaan dari masyarakat terkait pendataan.

“Kita harus tahu bahwa anggaran dana yang sebesar itu memang sudah dialokasikan buat kepentingan pembelajaran jarak jauh dengan membuat laporan resmi atas persetujuan DPR RI,” tambah Muhammad HS.

Di sisi lain, muncul pula pertanyaan soal bagaimana siswa-siswi yang terkendala jaringan komunikasi untuk menerapkan PJJ karena berada di daerah terpencil. Kemudian juga mengenai pelajar yang terkendala ekonomi, sehingga tidak mempunyai alat untuk berkomunikasi.

“Untuk hal jaringan, masing-masing daerah di Kalsel dari PAC hingga PC IPNU memberikan kesempatan bagi mereka yang kesulitan melakukan komunikasi dengan mengadakan layanan Wifi gratis, dan pengadaan alat seperti handphone bisa diadakan peminjaman di tiap-tiap RT maupun kelurahan atau ormas-ormas besar. Hal ini bisa diterapkan oleh beberapa organisasi untuk saling membantu kepada para pelajar,” pungkas Muhammad HS dalam wawancara singkat.

Kontributor: PW IPNU Kalsel
Editor: Aru Elgete