• September 9, 2020
  • syakirnf
  • 0

Tim Kaderisasi IPNU Banyuwangi Akan Lahirkan Satu Instruktur di Setiap PAC

Banyuwangi, Media IPNU

Tim Kaderisasi Unggul Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Banyuwangi memiliki perencanaan besar, yakni PAC Mandiri dalam Pengkaderan. Hal tersebut berseiring dengan pesatnya kemajuan IPNU Banyuwangi yang sering mengadakan pengkaderan formal, Masa Kesetiaan Anggota (Makesta).

“Hampir setiap minggu, seluruh PAC pasti mengadakan Makesta,” kata salah seorang Tim Kaderisasi Unggul PC IPNU Banyuwangi Imam Mutaji, saat berlangsung kegiatan Latihan Kader Muda yang dilaksanakan di MI Al-Islamiyah, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, pada Jumat-Ahad (28-30/8) lalu.

Namun menurutnya, mengadakan kaderisasi secara formal itu tidak mudah. Sebab, terdapat persyaratan formal yakni harus ada instruktur dan pemateri yang berkualitas.

“Maka dipandang perlu untuk mengejar ketertinggalan itu, yaitu dengan menggenjot pengkaderan formal untuk menggiring hingga terselenggaranya Latihan Instruktur (Latin) PC IPNU Banyuwangi yang akan diikuti oleh perwakilan PAC di seluruh Banyuwangi,” katanya.

Sehingga, ia menambahkan, minimal PC IPNU Banyuwangi memiliki satu instruktur. Pengkaderan Makesta juga bisa secara mandiri diadakan PAC melalui sistem Koordinasi Kecamatan (Korcam), yang disusul dengan kaderisasi nonformal.

“Hal itu untuk mewujudkan kader yang memiliki SDM unggul dan kaderisasi formal Makesta yang berkualitas,” tegas Taji, demikian ia akrab disapa.

Dikatakan Taji, PC IPNU Banyuwangi memiliki program kerja dalam satu periode kepengurusan ini. Program itu adalah melaksanakan Lakmud dan Latin yang harus terlaksana dalam satu semester atau satu tahun.

“Sengaja hal itu kami target, sedangkan permintaan Makesta yang banyak. Langkah kami dengan terselenggaranya program kerja Lakmud, setelah itu sebulan selanjutnya akan mengadakan Latin yang akan diikuti satu orang dari setiap PAC,” jelas Taji.

Dari Latin itu, imbuhnya, para peserta akan diberikan pemahaman tentang keinstrukturan sekaligus melakukan mapping area (penetapan wilayah) pengkaderan di Banyuwangi. Taji menambahkan bahwa akan mengebut Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk alumni Lakmud PC IPNU Banyuwangi.

“Perlu diketahui juga, yang menjadi peserta Latin tidak mesti Alumni Lakmud PC IPNU Banyuwangi 2020, karena masih banyak yang mengantri untuk mengikuti kegiatan Latin,” jelasnya.

Hal itu karena akan dilakukan screening (penyaringan) dalam perekrutan. Selain itu juga akan ada kontestasi kelayakan bagi calon peserta sebagai kesungguhan mengikuti kegiatan Latin nanti.

Menanggapi itu, Instruktur PC IPNU Banyuwangi Achmad Firdausi Masduqi mengungkapkan bahwa yang dilakukan saat ini merupakan gebrakan awal dari Tim Kaderisasi Unggul PC IPNU Banyuwangi.

“Peningkatan kapabilitas dari setiap kader IPNU di Banyuwangi menjadi fokus utama. Targetnya, 25 instruktur di setiap PAC yang ada di Banyuwangi yang bertujuan agar tercipta kemandirian pengkaderan di setiap PAC,” ungkapnya.

Kemudian, Ketua PAC IPNU Giri Muhammad Saifudin mengatakan bahwa akan ada rencana dari Tim Kaderisasi Unggul PC IPNU Banyuwangi akan melahirkan satu instruktur di setiap PAC. Ia berharap, PC IPNU atau pun PAC IPNU se-Banyuwangi ke depan bisa menambah bibit-bibit kader unggul.

“Selain itu juga agar mampu mengaplikasikan dan mencetak seluruh PAC mampu bersaing dalam konteks apa pun,” pungkasnya.

Pewarta : Destyan Nico P
Editor: Aru Elgete