• Oktober 2, 2020
  • syakirnf
  • 0

DPR RI Apresiasi Kontribusi IPNU dalam Transformasi Pendidikan

Jakarta, Media IPNU

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi kontribusi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam upaya transformasi pendidikan di Indonesia. Hal itu disampaikan ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda dalam acara peluncuran program Teras Pelajar, Kamis (1/10).

“Kontribusi Teras Pelajar dalam jangka panjang adalah untuk terjadi transformasi pendidikan. Sementara dalam jangka pendek untuk menghadapi darurat pendidikan, ini menjadi sangat penting,” tegasnya.

Dijelaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengambil inisiatif-inisiatif dalam rangka transformasi pendidikan secepat-cepatnya menuju relevansi pendidikan yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Kita apresiasi semua langkah, terobosan, yang telah dilakukan Kemendikbud. Narasi Merdeka Belajar yang sedang digaungkan Kemendikbud, kita support, kita mengambil peran apa yang bisa kita inisiasi, kita dorong, kita kuatkan gerakan-gerakan semacam (Teras Pelajar) ini,” ungkap politikus PKB itu.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kemendikbud sudah melakukan banyak terobosan, yang terakhir adalah pemberian subsidi kuota data internet yang sudah dikirim ke 27 juta (siswa, mahasiswa, guru, dan dosen) penerima, dari kurang lebih 55 juta total penerima.

Namun demikian, menurutnya, terobosan itu tidak cukup karena masalah obyektif di lapangan percepatannya begitu luar biasa. Sedangkan kapasitas pemerintah tidak cukup karena berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, baginya, sangat penting inisiatif dan prakarsa yang dilakukan oleh masyarakat, gerakan civil society, terlebih lagi ormas sebesar NU. Organisasi yang konsen pada pendidikan.

“Gerakan ini menjadi penting karena dalam konteks terkait kebutuhan pembaharuan, yang terbaik adalah ketika antara inisiatif dan prakarsa dari ruang masyarakat bertemu dengan inisiatif dan prakarsa dari pemerintah. Akan terjadi transformasi secara cepat,” jelasnya.

Bunyi perubahan, ia melanjutkan, baru bisa terdengar ketika dua telapak tangan bertemu dan melahirkan resonansi bunyi dan gerakan. Teras Pelajar menurutnya adalah bagian dari inisiatif di ruang masyarakat, lebih-lebih diinisiasi anak-anak muda NU, yang tergabung di IPNU dan IPPNU, sebagai subyek atas pendidikan itu sendiri. “Saya kira resonansi gerakannya akan semakin masif,” katanya.

Ia juga mengatakan, pekerjaan rumah pendidikan di Indonesia masih banyak. Semuanya itu bermuara pada tercapainya pendidikan yang relevan. Pendidikan di masa yang akan datang harus relevan untuk membangun profil pelajar Pancasila, menciptakan intelektual yang kompetitif, mengisi sumber daya manusia yang siap terjun dalam pembangunan, dan tidak kalah penting adalah relevan untuk menghasilkan peserta didik yang berkarakter.

“Saya meyakini, IPNU (yang lahir dari rahim NU) punya mandat besar untuk mendidik peserta didik menjadi pelajar yang berkarakter, cinta tanah air melebihi kepentingan dirinya, cinta tanah air melampaui semua doktrin sektarianisme dalam beragama,” pungkas anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat VII itu.

Untuk diketahui, Teras Pelajar merupakan ruang kolaborasi pelajar Indonesia untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan melalui model pembelajaran sebaya (peer learning).

Pada kesempatan peluncuran itu, turut hadir pula Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Helmy Faisal Zaini, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud Abdul Kahar, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah Kemendikbud Jumeri, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Muhammad Ali Ramdhani, dan Direktur Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Amich Alhumami.

Pewarta: Muhammad Fajar Sodik
Editor: M Hasyim Azhari