• Oktober 4, 2020
  • syakirnf
  • 0

Tantangan dan Peran Besar IPNU di Masa Kini

Jakarta, Media IPNU

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mempunyai tantangan dan sekaligus peran besar di era saat ini, era Revolusi Industri 4.0. Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Helmy Faisal Zaini dalam acara peluncuran Teras Pelajar pada Kamis (1/10) lalu.

Ia menjelaskan, tantangan pertama adalah maraknya pengaruh narkoba di kalangan pelajar. Kedua, Kang Helmy menyampaikan hasil riset yang menunjukkan bahwa empat persen pelajar Indonesia terpapar radikalisme.

“Jadi tantangan besarnya adalah bagaimana kita, pelajar Indonesia, melakukan deradikalisasi,” tegasnya.

Ketiga, tantangan para pelajar Indonesia adalah menghadapi era Revolusi Industri 4.0, memasuki era disrupsi. Proses perniagaan, pendidikan, bahkan dakwah sekalipun, sambung Kang Helmy, menghadapi satu tantangan di mana orang lebih suka prosesnya dipercepat, lebih ringkas secara waktu maupun biaya. “Menurut saya, kita perlu punya terobosan,” ujarnya.

Teras Pelajar, pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu berharap, bisa menjadi katalisator dalam upaya percepatan tugas Pemerintah. IPNU dan IPPNU sebagai sayap NU dapat memberikan peran penting dalam penguatan pelajar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Jumeri, menyampaikan dua peran besar IPNU di masa sekarang ini.

“Peran pertama sebagai pelajar dan peran kedua sebagai organisatoris,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah itu mengatakan, banyak di antara tokoh besar kita, negarawan kita, yang lahir dari kegiatan organisasi pelajar, organisasi mahasiswa, maupun organisasi kemasyarakatan.

“Banyak orang besar yang lahir dari gerakan seperti (IPNU) ini,” tegasnya.

Namun demikian, lanjut Jumeri, keduanya harus seimbang. Karena menurutnya kualitas keilmuan harus diimbangi dengan kualitas leadership agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif.

“IPNU ini organisasi besar, tinggal pencet tombol, layar akan terkembang, panah akan terluncurkan,” katanya.

Terkait pendidikan, ia menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah melakukan banyak hal, dari relaksasi dana BOS hingga subsidi kuota gratis.

Namun, sambung Jumeri, ikhtiar itu belum cukup karena masih ada daerah yang tidak terjangkau internet maupun masih banyak peserta didik yang tidak mempunyai perangkat. Sehingga Jumeri berharap berharap gerakan Teras Pelajar ini dapat menjangkau wilayah yang belum terjangkau internet.

“Gerakan ini menjadi gerakan di akar rumput yang hebat, yang memberi kontribusi positif untuk pendidikan di Indonesia,” pungkas pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah itu.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula secara virtual Ketua Komisi X DPR RI H Syaiful Huda, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Amich Alhumami, dan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Abdul Kahar.

Pewarta: Muhammad Fajar Sodik
Editor: