• Oktober 14, 2020
  • syakirnf
  • 0

Peringati Haul Pendiri dan Hari Santri, PP IPNU Bakal Luncurkan Gerakan Pelajar Mengaji

Jakarta, Media IPNU

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) bakal meluncurkan Gerakan Pelajar Mengaji pada Selasa (20/10) pekan depan, pukul 20.00 WIB.

Kegiatan peluncuran ini akan diisi dengan mengkhatamkan Al-Qur’an 2020 kali dan membaca Shalawat Thibbil Qulub 34.000 kali secara serentak di seluruh pimpinan IPNU se-Indonesia.

Pembacaan tersebut sebagai simbol Haul Ke-34 Pendiri IPNU KH Tolchah Mansur, di tahun ini. Hal itu tertuang dalam surat instruksi yang ditandatangani pada Senin (12/10).

“Setiap tingkatan kepengurusan harus melaksanakan Gerakan Pelajar Mengaji secara serentak sebanyak 2020 Kali Khataman Al-Quran dan 34.000 Shalawat Thibbil Qulub pada tanggal 20 Oktober 2020 Pukul 20.00 WIB dalam rangka Haul Ke-34 Prof Dr Tholhah Mansur (Ketua Umum Pertama IPNU) dan menyambut Hari Santri Nasional 2020,” begitu bunyinya pada poin dua.

Sekretaris Umum PP IPNU Mufarrihul Hazin menyampaikan bahwa Gerakan Pelajar Mengaji ini menjadi ikhtiar penguatan ideologi yang menjadi salah satu panca khidmat IPNU berdasarkan hasil keputusan Konferensi Besar (Konbes) IPNU tahun lalu.

“Pelajar Mengaji ini akan diluncurkan secara serentak yang diikuti oleh para pelajar se Indonesia dengan mengkatamkan Al-Qur’an sebanyak 2020 kali dan pembacaan sholawat Thibbil Qulub sebanyak 34.000 kali,” katanya.

Pelajar mengaji, tegasnya, bukan hanya acara simbolis saja. Program ini harus dilakukan oleh setiap anggota, kader dan pengurus IPNU di Nusantara secara berkelanjutan dengan berbagai macam format baik daring maupun luring.

“Selain itu, ini akan menjadi forum halaqoh pengkajian keislaman yang berhaluan Ahlussunah wal Jamaah,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Nasional Gerakan Pelajar Mengaji Meggy Harisandi meminta kepada seluruh pimpinan untuk membuat majelis pada hari H peluncuran, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Diharapkan semua pimpinan, dari komisariat sampai wilayah, dapat membuat majelis di tempat masing-masing, dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Aru Elgete