OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
45 Ribu Warga Nahdliyin Purbalingga Gelar Dzikir Kebangsaan Sambut UU Penguatan Pendidikan Karakter

Purbalingga – Merespon diterbitkannya Peraturan Presiden No. 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purbalingga pada Senin (11/9), menyelenggarakan acara “Dzikir Kebangsaan” di Alun – Alun Purbalingga dan “Halaqah Penguatan Pendidikan Karakter” di Pendopo Dipokusomo Purbalingga. Acara Dzikir Kebangsaan dihadiri oleh 45 ribu lebih warga Nahdliyin yang terdiri dari perwakilan Ponpes, Madin, TPQ, dan lembaga-lembaga badan otonom NU di wilayah Purbalingga. Acara tersebut juga diisi dengan doa bersama mendoakan saudara muslim di seluruh dunia yang sedang mengalami musibah kemanusian, seperti yang dialami etnis Rohingya dan Muslim Palestine.

Seorang Peserta “Dzikir Kebangsaan”, senin (11/9) , di Alun-alun Purbalingga membawa spanduk tulisan “esuk sekolah, sore ngaji”

Acara Dzikir Kebangsaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh para ulama, kiai, Bupati Purbalingga, dan Pimpinan PCNU Purbalingga. Sebelumnya, acara Halaqoh (red: pertemuan) juga digelar di Pendopo Diposumo yang kurang lebih berlangsung selama 30 menit sebelum akhirnya dilanjutkan acara Dzikir Kebangsaan. Acara Halaqoh tersebut dinarasumberi oleh H. Ratmono Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Purbalingga, Drs. K.H. Ahmad Khotib Wakil Rois Syuriah PCNU Purbalingga, K.H. Fitron Ali Sufyan Pengasuh Ponpes An-Nahl Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari.

Bupati Purbalingga, H. Tasdi, dalam sambutannya di Pendopo Dipukusumo, Senin (11/9), menyatakan bahwa pemda selalu tetap menggandeng seluruh elemen tokoh ulama kiai, guru Madin, pimpinan ponpes agar saling bergotong royong untuk mendorong menjadikan Purbalingga yang lebih berakhlakul Karimah .

Dalam pertemuan tersebut juga membahas seputar Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), kemudian tentang latar belakang degredasi moralitas generasi muda dan penjajahan karakter pendidikan pada era modern ini. Disamping itu juga membahas mengenai apresiasi peran pengajar pendidikan agama, karena secara umum pendidikan agama mampu melahiran generasi yang berkarakter dan memiliki komitmen untuk menjaga NKRI dan cinta nasionalisme.

(Jean Iftitachs/HF)

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar