• Januari 4, 2021
  • syakirnf
  • 0

Gema 2021 Selawat Tibbil Qulub Sambut Tahun Baru

Batang, Media IPNU

Cara positif untuk menyambut pergantian tahun ditunjukkan oleh Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan PR Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pasalnya, Generasi Pelajar NU itu menyambut pergantian tahun 2020 ke 2021 dengan membaca 2021 selawat Tibbil Qulub pada Kamis (31/12) lalu.

Ketua PR IPNU Sidorejo Faizul Rahmadhani menjelaskan, masing-masing anggota yang berjumlah 101 orang membaca selawat dua puluh kali di rumah masing-masing secara serentak. Sehingga total selawat yang dibaca sebanyak 2020 kali.

“Dengan membaca Sholawat Tibbil Qulub sebanyak 2021 kali, semoga kita menjadi lebih baik serta dihindari wabah Covid-19 di tahun depan,” katanya dalam acara yang digelar secara virtual itu.

Selain itu, lanjutnya, peringatan tahun baru tersebut serangkai dengan peringaran Haul ke Sebelas KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Untuk haul guru bangsa tersebut, pihaknya peringati dengan membaca Surah Yasin sebanyak sebelas kali, juga dengan diskusi.

Wakil Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Desa Sidorejo Ustadz Ubaydillah mengatakan, Gus Dur merupakan tokoh yang menginspirasi. Ada banyak hikmah dari kisah beliau yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup.

Dikatakan, Gus Dur mempunyai sifat yang peduli dalam berorganisasi, sampai rela berhutang uang kepada anaknya untuk kepentingan umat.

“Hal ini dapat diambil sebagai pembelajaran bahwa kita sebagai pelajar peduli dalam berorganisasi,” tuturnya.

Peduli yang dimaksud yakni dalam berorganisasi tentunya memerlukan dana untuk kesuksesan suatu acara. Oleh karena itu, penting untuk kita rela dalam nyumbangkan dana dami kepentingan bersama.

“Walaupun harus menyisakan uang jajan sekolah,”  katanya.

Senada dengan itu, Pembina IPNU Desa Sidorejo Ustadz Choirul Ammar mengungkapkan, banyak yang bisa diambil dari sikap Gus Dur, salah satunya dengan tekun dalam menuntut ilmu.

“Sebagai Generasi Pelajar NU, kalian harus bisa meniru ketekunan Gus Dur dalam menuntut ilmu sampai kapan pun dan di mana pun,” tegasnya.

Dijelaskan, salah satu ketekunan Gus Dur adalah membaca buku selain belajar tentang ilmu agama yang dipelajari di pesantren bertahun-tahun. Tidak hanya itu, Ammar menceritakan, bahkan Gus Dur bertahun-tahun belajar ke luar negeri di Al-Azhar University Kairo, Mesir.

“Semangat Gus Dur dalam menuntut ilmu itulah yang harus ditiru generasi NU,” pungkasnya.

Pewarta: Septy Aisah
Editor: Muhammad Fajar Sodik