You are here
WARTA 

Ketua PC IPNU Lampung Tengah: Kader Muda NU jangan Salah Pilih Organisasi di Kampus


Ketua PC IPNU Lampung Tengah, Andi Sobihin

Lampung Tengah – Bulan-bulan ini adalah pengenalan kampus bagi mahasiswa baru, salah satunya adalah kegiatan  Orientasi Pengenalan Kampus (OPAK). Orientasi Pengenalan Kampus (OPAK) akan menjadi awal dan memahami tentang keberadaan kampus dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kampus. Kita juga akan dikenalkan dengan berbagai organisasi intra kampus seperti: DEMA (Dewan Mahasiswa), HIMA (Himpunan Mahasiswa), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)  dan organisasi ekstra kampus.

Demikian disampaikan Andi Sobihin selaku Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Lampung Tengah di Gedung PCNU Kabupaten Lampung Tengah, Jalan Proklamator Raya No 134 Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Senin, (7/8).  “Mahasiswa baru harus berhati-hati dalam memilih organisasi, karena ketika kita masuk kampus banyak sekali pendaftaran stand-stand organisasi-organisasi mahasiswa yang berlabel Islam. Maka dari itu, kader muda Nahdlatul Ulama jangan salah pilih organisasi di kampus. Mahasiswa adalah kader-kader bangsa yang siap membawa perubahan (agent of change)”, imbuh alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro Lampung ini.

“Pilih organisasi mahasiswa yang bernafaskan Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyyyah, seperti: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU), dan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU)”, pungkas aktivis dari Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah itu. Ditempat terpisah, Miftakhul Izza, S.H.I selaku Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan, peran orang tua mengontrol putra-putrinya ketika memasuki perguruan tinggi sangatlah penting. Dikhawatirkan jika orang tua tidak peduli akan salah masuk “kamar” organisasi, inilah tugas kita bersama untuk mengawal generasi muda Nahdlatul Ulama paska lulus dari MA/SMK/SMA.

(Akhmad Syarief Kurniawan/HF)

Related posts

Leave a Comment