• November 20, 2020
  • syakirnf
  • 0

Ketua Umum IPNU: Rapimnas Bertujuan Menyiapkan Peran IPNU di Masa Depan

Bogor, Media IPNU

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) merupakan forum tertinggi dari forum-forum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) pada umumnya. Rapimnas ini dihadiri oleh seluruh kader IPNU dari seluruh Indonesia.

Hal itulah yang dikemukakan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Aswandi Jaelani dalam pembukaan Rapimnas yang diselenggarakan di Bogor, Jumat (20/11).

“Rapimnas ini adalah sebuah forum tertinggi dari forum-forum IPNU pada umumnya. Rapat ini juga dihadiri oleh seluruh kader di Indonesia, baik dari wilayah maupun cabang,” ungkapnya.

Pemuda kelahiran Jambi ini juga mengatakan bahwa di dalam Rapimnas akan membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan IPNU dan juga berkaitan dengan internal, yaitu mengenai klaster dan akreditasi.

“Tujuan diadakannya klaster dan akreditasi adalah untuk memajukan kader-kader IPNU dalam meningkatkan inovasi serta menyiapkan kader-kader ke depannya dalam menghadapi tantangan,” imbuhnya.

Menurutnya klaster dan akreditasi merupakan hal yang baru, dan oleh karena itu sedikit akan membebani seluruh kader IPNU. Namun ia percaya bahwa seluruh kader IPNU mampu melaksanakan program tersebut, mulai dari anak cabang, cabang, hingga wilayah bisa melakukannya secara maksimal.

“Ini merupakan hal yang baru, karena ini mungkin sangat membebeni kita semua namun saya percaya semua kader akan bisa melaksanakan secara maksimal,” tegasnya.

Tidak hanya itu Rapimnas juga membahas beberapa hal terkait  isu-isu nasional. Yang utama berkaitan dengan pendidikan, yaitu persoalan pelajar Indonesia. Inovasi pendidikan,  ideologi pancasila dan idoelogi aswaja. Semua yang terangkum dalam Rapimnas adalah berangkat dari semua kegiatan yang sudah dilakukan.

Aswandi juga menyampaikan harapannya kepada IPNU kedepannya. Yaitu pada  tahun 2030, yaitu  Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Untuk itu  semuanya harus harus  dipersiapkan, ini menjadi tanggung jawab semua elemen kader IPNU.

“Kedepannya saya harap kita siap menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 dan ini menjadi tanggung jawab kita semua. Di lain hal  kaderisasi juga harus dimaksimalkan lagi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Acara tersebut juga dihadiri secara virtual oleh, Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH.Said Aqil Siradj, Sekretaris Jendral PBNU, H. Helmi Faizal Zaini, Wakil Menteri Agama, KH. Zainut Tauhid, dan Wakil Ketua DPR Ri, Cak Imin.

Kontributor: Suwitno
Editor: M Hasyim Azhari