OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
Khutbah Jum’at: Taqwa dan Saling Tolong-menolong Antar Sesama

Banyumas – Masjid Baitur Rohmah Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok, Jum’at (8/9) sekitar 150 orang laki-laki, dari kalangan anak-anak hingga kakek-kakek berbondong-bondong melaksanakan salat jum’at dihari yang cukup terik. Cuaca tidak menjadikan mereka kurang semangat dalam mencari ridha Allah SWT. Hal ini karena masyarakatnya sudah kental dengan tradisi dan ajaran ahlussunah wal jama’ah di desanya, disamping salat jum’at memang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim laki-laki yang sudah baligh (dewasa).

               Di sela-sela sebelum dilaksanakan khutbah, Ahmad Sakirin (54) Ketua Takmir, memberikan pengumuman terkait hasil qurban yang dilaksanakan oleh panitia qurban Masjid Baiturrohmah Desa Gununglurah, bahwa jumlah qurban yang masuk ke panitia tahun ini lebih banyak dibanding dengan tahun lalu, yaitu di tahun ini kami menerima 6 sapi dan 16 kambing. “Hal ini harus lebih ditingkatkan supaya masyarakat desa Gununglurah yang 100% muslim dapat menerima daging qurban dan dalam pembagiannya merata, ini yang akan kami lakukan dan kami perbaiki untuk menjadi motivasi bagi kami selaku takmir dan panitia masjid Baitur Rohman” imbuhnya.

Diteruskan dengan Khutbah Jum’at, Khatib Jum’at (8/9) yaitu Kiai Amir Hasan (78) menjelaskan dalam khutbahnya, bahwa setiap diri manusia harus dibekali dengan ketaqwaan kepada Allah swt, karena dengan taqwa (beriman kepada Allah) yakni melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah-lah kita akan diangkat derajatnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : ”…Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dengan beberapa derajat …” Beliau juga menyampaikan bahwa kita sebagai bangsa yang besar harus menghargai dan saling mendo’akan sesama orang muslim di negara manapun. “Karena kita sebagai orang muslim itu adalah saudara, Allah menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal, saling menghargai, tidak saling mencaci dan melawan” jelasnya.

Islam yang sesungguhnya adalah Islam yang ramah, bukan marah, Islam itu merangkul bukan memukul, itulah Islam. Maka dari itu kita sebagai orang Islam hendaknya prihatin dan iba, terhadap kasus yang terjadi di Mnyanmar, betapa kasihan orang-orang muslim di Rohingya yang diperlakukan demikian. Jika memang mereka salah, cara yang mereka lakukan janganlah seperti itu, dengan kekerasan dan sebagainya.

Diakhir khutbahnya beliau mengajak seluruh umat Islam untuk saling bertaqwa, introspeksi diri dan saling mendo’akan sesama. Karena kita satu bangsa, satu bahasa sudah saatnya saling membantu dan saling menghargai antar sesama bangsa. Allah SWT sendiri yang akan mencatat kebaikan yang kita lakukan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.

(ISR/HF)

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar