• November 20, 2020
  • syakirnf
  • 0

Kiai Said: IPNU Harus Siap Terima Estafet Keberlangsungan NU

Bogor, Media IPNU

Sampai saat ini Nahdlatul Ulama dan banom-banomnya masih berada pada posisi yang baik, solid, dan kuat. Sebagai kekuatan masyarakat sipil, NU mempunyai amanah dan kewajiban yang sangat berat tetapi juga sangat mulia.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan sambutan secara virtual di Rapat Pimpinan Pusat (Rapimnas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Bogor, Jumat (20/11).

Kiai Said menegaskan IPNU sebagai generasi atau remaja di Nahdlatul Ulama harus siap menerima estafet atau amanah keberlangsungan Nahdlatul Ulama di negara kita ini, harus menyiapkan diri dengan segala perangkat, sesuai dengan kehidupan zaman yang akan kita hadapi.

“Terlebih sekarang di abad ke-21 memasuki revolusi industri 4.0, kita harus berperan di dalamnya. Kader-kader IPNU harus bisa menguasai tekhnologi, skill, dan keterampilan. Temuan-temuan baru diharapkan bisa muncul dari Nahdlatul Ulama, atau misalnya ada temuan baru dari luar kita bisa beradaptasi dan memanfaatkannya dengan baik,” katanya.

Di dalam Al-Quran, Allah selalu memakai fiil mudhori, untuk menunjukkan aktualitas. Misalnya, yatafaqqu fiddin dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 122, artinya setiap kita harus up to date, harus sesuai dengan kebutuhan zaman.

Hal yang tak boleh ketinggalan dalam berorganisasi adalah pengelolaannya harus dilakukan dengan baik dan transparan. Ketua Umum Lembaga Persatuan Ormas Islam (LPOI) itu juga mengingatkan agar seluruh kader IPNU harus mempunyai semangat tanggung jawab, semakin eksis, bermanfaat, serta mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak terutama di kalangan pelajar nasional.

Adapun amanah yang dimaksud Kiai Said ada dua. Pertama, amanah illahiyah samawiyah muqaddasah, amanah ketuhanan dari langit yang sakral, yakni agama. Di dalamnya, ada dua aspek yaitu akidah (telologi) dan syariat (ritual).

Secara akidah dan syariah, terangnya, NU sudah selesai. Artinya sudah tidak perlu diperbincangkan lagi. Akidah ikut Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan syariat kita ikut madzhab Imam Syafi’i.

Kedua, amanah insaniyah yang bersifat ijtihadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan itu menjelaskan bahwa amanah tersebut mendorong dan mengharuskan kita supaya cerdas, kreatif, dinamis, progresif. Tidak boleh diam, harus selalu punya ide baru, gagasan baru untuk membangun kemanusiaan dan peradaban yang mempunyai ciri khas sendiri.

Pewarta: Suwitno
Editor: M Hasyim Azhari