OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
Kiprah Ipnu Ippnu Di Masyarakat
Diskusi Lintas Pac Ipnuippnu Sekabupaten Cirebon

Pelajat NU

    Foto bersama usai diskusi “Kiprah IPNU-IPPNU di Masyarakat”

Sebagai organisasi pelajar, IPNU-IPPNU dituntut untuk tangguh secara intelektual, trampil secara organisasi dan unggul dalam berakhlakul karimah. Selain itu, kader IPNU-IPPNU juga harus bisa bermanfaat untuk orang lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan mengasah kualitas individu dan anggotanya, serta dapat turut hadir di tengah-tengah masyarakat.

Begitulah poin yang harus digaris bawahi, dalam acara Diskusi Lintas PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Cirebon yang bertajuk “Kiprah IPNU-IPPNU di Masyarakat” yang bertempat di rumah Noval desa Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab.Cirebon, Minggu (7/10/’18).

Diskusi yang digagas oleh PAC IPNU-IPPNU se-Kabupatern Cirebon ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars IPNU IPPNU, mars Syubbanul Wathon, solawat Nahdliyyah dan sambutan-sambutan.

Nurjannah selaku ketua PC IPPNU Kab.Cirebon dalam sambutannya mengapresiasi diselenggarakannya acara ini. Menurutnya, acara ini sangat positif untuk dilaksanakan sebagai wadah silaturahmi, berbagi ide dan pengalaman, serta saling menguatkan dan memajukan kiprah pelajar nusantara khsususnya pelajar NU Cirebon di tengah-tengah masyarakat.

“Adanya acara diskusi dan inisitif membuat grup WhatsApp lintas PAC IPNU-IPPNU se-Kab.Cirebon ini tentu akan saling membantu satu sama lain. Misalnya ketika PAC IPNU-IPPNU Pangenan sedang mengadakan acara, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan lain dapat menyempatkan waktunya untuk hadir dan membantu jalannya acara”, katanya.

Pelajar NU 2

Foto saat diskusi berlangsung

Diskusi dimoderatori oleh Ahmad Lutfi Mubarok selaku pemuda NU yang bergerak di bidang Literasi Perpustakaan Jalanan. Pria yang akrab disapa Lutfi ini membuka pembahasan diskusi dengan mengatakan NU didirikan oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asya’ari dan kawan-kawan seperjuangannya untuk kemakmuran masyarakat. Maka, bagaimana IPNU-IPPNU bisa berkontribusi untuk masyarakat?.

“NU berdiri bukan untuk satu atau dua orang, bukan pula untuk badan otonom, melainkan untuk masyarakat. Karena itu, bagaimana kiprah dan peran banom-banom NU seperti IPNU di tengah-tengah masyarakat? apakah selama ini IPNU-IPPNU di daerahnya masing-masing sudah hadir di tengah-tengah masyarakat? Ataukah hanya sebatas benderanya saja yang berkibar?”, katanya. Baca juga : kemeriahan warga astanajapura menyambut tahun baru islam 1 muharrom 1440H

Ahmad Zahid Noval mengamini apa yang dikatakan oleh Lutfi tentang sejauh mana kehadiran dan kontribusi IPNU-IPPNU di tengah masyarakat. Pria yang kini menjabat sebagai ketua PAC IPNU Astanajapura ini menceritakan target dan tujuan, serta beberapa program kerja PAC IPNU-IPNU Astanajapura yang sudah terlaksana selama masa khidmatnya. Menurutnya, target pertama kinerja PAC IPNU-IPNU Astanajapura adalah membuat kegiatan di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan target kedua adalah kaderisasi formal.

“Target utama program kerja kami adalah mengenalkan IPNU-IPPNU di tengah-tengah masyarakat, agar secara tidak langsung masyarakat dapat mengetahui kelebihan organisasi IPNU dan IPPNU. Sedangkan target keduanya adalah membuat makesta dan lakmud”, jelasnya.

Diantara beberapa  kegiatan PAC IPNU-IPPNU Astanajapura yang sudah terlaksana yaitu Daur ulang sampah menjadi bensin, Festival drumband, Pawai obor dan drumband, Wirausaha warung kopi dan kambing kurban, dan lain-lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan ketika memperingati hari besar seperti Hari bumi, Hari kemerdekan negara Indonesia, Tahun baru islam, Haul sesepuh dan warga Buntet pesantren dan lain-lain. Adapun tujuan diadakannya kegiatan tersebut yaitu dalam rangka mengenalkan IPNU-IPPNU kepada masyarakat umum.

Selain itu,  pria yang akrab disapa Nopal ini menambahkan kegiatan kemasyarakatan seperti itu belum ada apa-apanya dibanding pelajar IPNU-IPPNU di wilayah lain. Pasalnya, Pelajar IPNU-IPNU di daerah atau wilayah lain sudah kritis dan kreatif dalam membuat kegiatan kemasyarakatan.

“kami tidak bisa berpuas diri atas kegiatan yang telah kami jalankan, kedepan kami ingin membuat shoot video ceramah kiai, serta ingin melakukan pemetaan wilayah kec. Astanajapura tentang kondisi keagamaan, ekonomi, sosial dan budayanya”, harapnya.

Masih terkait dengan perjalanan kinerja IPNU-IPPNU di daerahnya masing-masing, Ilham selaku ketua PAC IPNU-IPPNU Mundu menjelaskan kondisi daerahnya. Menurutnya, daerah kec. Mundu masih cukup banyak yang belum mengerti soal keislaman, terlebih ke-NU-an. Maka dari itu PAC Mundu dalam perjalanannya sudah melaksanakan kegiatan PHBI seperti Maulid Nabi Muhamad SAW, Tahun baru islam, Festival hadroh dan lain-lain.

“Di daerah kami masih cukup banyak yang awam soal keislaman terlebih ke-NU-an. karena itu, tantangan pertama kami adalah membuat kegiatan keislaman sebanyak mungkin”, katanya.

Dalam sesi diskusi, Jannah menilai bahwa apa yang sudah diceritakan oleh masing-masing perwakilan PAC adalah hal yang tepat. Ia pun kembali berbagi pengalaman bahwa langkah awal yang harus dilaksanakan ketika membuat kaderisasi baik formal maupun non formal yaitu memahami lingkungannya terlebih dahulu.

Tak hanya itu, Jannah menambahkan kata-kata mutiara dari Mbah Maimun Zubair selaku Mustsayar PBNU yakni “ Jika kita ingin menjadi orang baik, maka diamlah. Tetapi jika kita ingin menjadi orang bermanfaat, maka lakukanlah seuatu”. Kata-kata tersebut ditafsirkan kembali olehnya bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Maka, lakukanlah segala sesuatu yang bermanfat untuk pelajar dan masyarakat.

Diskusi sore itu dihadiri oleh 30 orang, diikuti oleh pengurus PAC IPNU IPPNU Astanajapura, PAC IPNU-PPNU Mundu, PAC IPNU IPPNU Pangenan, PK IPNU-IPPNU MAAI Mertapada dan PK IPNU MTs Annidhomiyyah Japura.

(Abdul Mu’izz : Lembaga Pers dan Penerbitan PAC IPNU Astanajapura)

author IPNU Kab. Cirebon

Nama saya Ipnuippnu Kecamatan dan saya adalah Pelajar NU dariKab. Cirebon

Komentar