OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
MAKESTA MTsN Tambak Beras Jombang Diikuti 2300 Peserta

JOMBANG – Kegiatan pengkaderan memang sangat penting sebagai landasan awal terbentuknya jiwa kepemimpinan dalam sebuah organisasi, terlebih pada tingkat pelajar. Mereka membutuhkan pembekalan serta pengukuhan dalam berorganisasi seperti di IPNU-IPPNU. Pada tingkatan dasar, mereka diberikan berbagai macam pembekalan organisasi yang dilaksanakan dalam agenda pengkaderan tingkat dasar, yakni berupa Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA).

      Seperti yang baru-baru ini di MTS N Tambak beras Jombang, MAKESTA yang merupakan agenda Internal sekolah tersebut melibatkan PC IPNU-IPPNU Jombang dan beberapa alumni MTS N Tambak beras sebagai pemateri serta mengundang gus Amir dari Paculgowang sebagai pemateri ke-NU-an. Agenda yang dilaksanakan pada kamis (16/3/2017) di Gedung Serbaguna MTS N Tambak beras tersebut diikuti oleh pelajar kelas 8 dan 9 yang berjumlah 2300 peserta dan mayoritas berdomisili di pesantren. Angka peserta sama dengan jumlah peserta MAKESTA MTS N Tambak beras yang dilaksanakan dua tahun lalu. Namun, agenda ini hanya belangsung satu hari saja. Sebab, mayoritas peserta merupakan santri Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang, sehingga tidak memungkinkan untuk menginap lantaran masih banyak agenda pesantren yang lainnya.

   “Kegiatan seperti ini di pandang penting bagi siswa-siswi, dikarenakan dewasa ini banyak sekali organisasi radikal yang berusaha merongrong NU dan berusaha mendoktrin pelajar supaya satu pemikiran seperti mereka, yakni radikal” ujar pak ubet selaku WAKA Kesiswaan MTS N Tambak beras tersebut. Kegiatan seperti ini juga perlu digalakan di sekolah-sekolah yang berbasis NU. Dikarenakan, di Jombang sendiri ada sekolah yang sudah didoktrinasi oleh mereka yang mempunyai ideologi radikal. Saya kira kasus ini tidak hanya terjadi di Jombang saja, melainkan banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang sudah didoktrin ideologi radikal yang apabila nantinya ideologi ini berkembang pesat di Indonesia, tentunya akan berbahaya untuk perkembangan pelajar serta Negara ini kedepannya. Karna ideologi radikal ini sangatlah marak dengan provokasi dan banyak menimbulkan perpecahan antar ummat beragama, dan bahkan perpecahan bangsa. Salah satu cara mengatasi ideologi tersebut adalah dengan menanamkan wawasan serta ilmu pengetahuan yang luas, pembekalan tentang cara membentengi diri dari faham ideologi radikalisme, serta penanaman jiwa sosial dan kebangsaan secara nyata.

Semoga seiring makin banyaknya anggota yang berminat bergabung dengan IPNU-IPPNU maka semakin banyak pula terbentuk turbin-turbin kecil yang aktif berorganisasi di NU, dan juga sebagai generasi pemimpin ummat dewasa nanti yang memegang erat ideologi Ahlussunnah wal jamaah, berlandaskan Ideologi NKRI, serta senantiasa berpegang prinsip kepemimpinan Mabdi Khairo Ummah. Pelajar masa kini merupakan cerminan Indonesia di masa depan, dan sebagai generasi pemimpin dunia di masa depan.

(Vinanda Febriani/JS)

author IPNU

Saya Ipnu dari

Komentar