OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
Makesta Sebagai Langkah Awal Pelajar Mengenal Nahdlatul Ulama Secara Jamiyahvideo
Kh. Wawan Arwani Amin Pada Saat Membuka Makesta Pac Ipnuippnu Astanajapura

Cirebon – Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Astanajapura menggelar acara MAKESTA RAYA yang bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon. Acara ini diikuti oleh 103 peserta dari pelajar wilayah Kecamatan Astanajapura dan sekitarnya. Dalam acara ini juga turut hadir KH. Wawan Arwani Amin selaku Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, Rekan Mohammad Mukmin selaku ketua PC IPNU Kab.Cirebon, Rekanita Nurjannah selaku ketua PC IPPNU Kab.Cirebon, serta perwakilan dari PAC IPNU-IPPNU Pangenan, PAC IPNU Karang Sembung, PAC IPNU Pabuaran, PAC IPNU Gebang, dan PAC Mundu.

Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon sekaligus mewakili Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren Cirebon, KH. Wawan Arwani Amin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Makesta merupakan langkah awal dalam mengenal Nahdlatul Ulama Secara Jam’iyah.

“Kita adalah orang yang beragama Islam yang berlandaskan pada akidah Ahlussunnah Wal Jamaah, dan Ahlussunnah Wal Jamaah kita adalah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Maka dari itu, gunakan kesempatan dalam kegiatan ini sebaik mungkin dalam mengenal Nahdlatul Ulama secara Jam’iyah Ujar beliau.
Lebih lanjut, KH. Wawan Arwani menyampaikan pra syarat perihal ukuran kesuksesan seorang pelajar, yakni dengan mengukur pada:

STUDY (BELAJAR)
Tugas dari seorang pelajar adalah belajar di sekolah. sedangkan tujuan organisasi adalah menambah rasa semangat di lain waktu belajar di sekolah. Ia dikatakan seorang pelajar yakni ketika aktif belajar di sekolah sampai meninggalkan tugas utamanya seorang pelajar.

KH Wawan Arwani dalam perjalanan hidupnya tatkala masih menjabat sebagai ketua PC PMII Kab. Cirebon, beliau mengetahui banyak tentang mahasiswa yang mengaku dirinya sebagai aktifis organisasi kepelajaran, tetapi justru malah meninggalkan kuliah/belajarnya. Beliau pun menghimbau kepada anggota dan bawahannya agar bisa lulus tepat waktu (8 semester), dan kalau sudah lulus bisa melanjutkan kuliahnya kejenjang selanjutnya.

“Saya tidak bangga kepada mereka yang bilangnya aktifis organisasi, tetapi saya merasa bangga ketika pelajar meninggalkan tugasnya sebagai pelajar dengan belajar di sekolah Ucap beliau saat menegur mahasiswa tersebut.

IDEALISME
Yang dimaksud idealisme adalah seorang pelajar dengan ilmu dan semangat belajarnya ia harus memahami kenyataan-kenyataan yang ada di tengah-tengah masyarakat, sehingga ikut berpartisipasi mengaplikasikan sebagian ilmu, semangat, pikiran dan gagasannya tersebut untuk perubahan masyarakat yang lebih baik. Ukuran sukses idealisme seorang pelajar adalah sukes Idealisme dibarengi dengan sukses study. Artinya, sukses idealisme bisa dicontohkan dalam mengikuti IPNU-IPPNU dengan membuat kegiatan-kegaiatan ditengah-tengah pelajar atau masarakat, dengan tanpa meninggalkan tugas belajarnya di sekolah.

SUKSES CINTA

Dengan nada candanya, KH. Wawan Arwani mengamati bahwa masa usia pelajar SMA adalah masa mulai tumbuh perasaan cinta. Seperti laki-laki mulai ingin kenal lebih dekat dengan perempuan, dan sebaliknya. Namun permasalahannya, ketika keduanya sudah saling berdekatan, keadaan keduanya merasa lebih banyak frustasinya daripada senangnya, atau istilah zaman sekarang menyebutnya gagal move on. Oleh sebab itu, pelajaran yang harus diambil tentang perasaan diusia pelajar diatas, yakni gunakan dengan baik jika percintaannya ingin sukses.

“jika nanti kamu pacaran (Ta’aruf) maka harus yang serius dan bagus. Artinya kalau putus ya tidak susah nyambung lagi, sudah. Kalau putus nyambung kembali itu namanya kemunduran sejarah. Hidup itu maju ke depan” Ujar beliau dengan nada tegas.

Demikan juga sama hal nya ketika kita mengikuti organisasi IPNU-IPPNU. Beliau memberi pesan :

“Pelajar IPNU-IPPNU harus maju dan terus hadapi tantangan. Belajar mengenal NU itu sesuatu yang tidak akan selesai dalam jangka waktu tertentu. Tidak akan selesai satu tahun, dua tahun atau bahkan tiga puluh tahun. Karena buat kita, buat saya, NU adalah sepanjang hayat.

Diakhir penyampaian, KH. Wawan Arwani mengaskan kembali :

“Gunakanlah kesempatan ini dengan baik dalam mengenal NU secara organisasi, agar mengerti dan faham akan struktur yang ada di NU”.

(Tim Penulis dan Editor PAC IPNU-IPPNU Astanajapura)

author IPNU Kab. Cirebon

Nama saya Abdul Rosyid dan saya adalah Pelajar NU dari kecamatan Astanajapura Kab. Cirebon

Komentar