OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan organisasi sayap NU, yang masing-masing, berdiri pada 24 Februari 1954 dan 2 Maret 1955. Keduanya melaksanakan kebijakan NU di bidang pelajar dan santri. Bertahannya IPNU-IPPNU di usianya yang sudah mencapai 63 dan 62 tahun di 2017 ini, membuktikan perannya terus bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kalangan kawula muda. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, IPNU-IPPNU terus memperbaiki dan menata diri agar selalu relevan dengan kebutuhan dan tantangan jaman. Nah, bagi kamu gaes, yang belum gabung di IPNU-IPPNU, ada baiknya membaca tujuh alasan ini. Cekidot!

 

Pertama, dapat banyak teman. Teman merupakan hal yang amat penting di jaman sekarang, sebuah jaman yang banyak ngandelin pertemanan dari sebuah kotak kecil bernama android. Teman-teman seperjuangan ini, nantinya akan menjadikanmu lentera, yang tentu banyak memberi manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi, teman-teman ini – yang IPNU-IPPNU menyebutnya dengan rekan dan rekanita – adalah teman seiman, sehaluan dan seperjuangan. Dengan basis organisasinya yang luas, sampai di pelosok negeri di Nusantara, kamu tak perlu khawatir kemana-mana, karena ada banyak teman dimana-mana. You know? (Yuuuu!).

 

Kedua, dapat banyak ilmu dan pengalaman. Ini tidak disangsikan lagi, bahwa teman dari berbagai bidang, profesi dan latar belakang, akan terjadi sebuah proses, yaitu apa yang disebut dengan transformasi pengetahuan. Sebagai contoh, yang dari jalur agama dalam arti sempit, dapat belajar bagaimana cara merancang bangunan kepada yang belajar teknik sipil, dan sebagainya. Belum lagi, dalam setiap acara – baik pengkaderan maupun nonpengkaderan – banyak mengundang (atau diundang) acara-acara yang diisi banyak tokoh, ulama, cendekiawan, intelektual, pemikir, praktisi dan lain sebagainya. Belum lagi, tugas-tugas  dan program di organisasi akan memberimu banyak bekal di masyarakat. Perlu kamu ketahui, di IPNU-IPPNU, ada juga lho – selain yang berbau intelektualitas dan spiritualitas – program peningkatan skill dan SDM, seperti pelatihan-pelatihan gitu, yang sesuai dengan minat, bakat dan passion-mu. Wahhh…keren ya!

 

Ketiga, dapat banyak jaringan. Inilah yang mahal, yang jarang sekali kamu dapat di bangku sekolahan. Dengan aktivitas organisasi yang multi-bidang, banyak mempertemukan kita dengan bermacam orang, dari politisi, pengusaha, birokrat, akademisi, aktivis, sampai para ulama dan kiai. Kesemuanya itu tersebar di berbagai tempat, daerah, dan macam bidangnya masing-masing. Dengan terus berjejaring dengan mereka, kita bisa lebih banyak tahu melalui sharing dan bahkan bisa bekerjasama. Cihuy, ‘kan?

 

Keempat, mengasah kepekaan sosial. Nah, kalau sifat yang satu ini, mesti dimiliki oleh semua aktivis. Mereka dididik untuk bersama dengan orang yang tidak sama. Dididik terbiasa dengan perbedaan pendapat. Dididik dengan konflik. Dididik dengan keanekaragaman pemikiran, sifat, tingkahlaku dan potensi. Bagi yang tidak kuat dengan kesemuanya itu, anggap saja, tak kuat berproses bersama, menjadi manusia yang individualis: asal gue sukses, asal gue kaya, asal gue pinter, asal gue seneng, etc. Di dunia aktivis, hal itu tak berlaku. Kita meski sedih jika teman kita sedih. Kita meski bersama berjuang baik dalam kepahitan ataupun kesenangan. Kita tak boleh senang sendiri, sukses sendiri, makmur sendiri, semua meski bersama-sama. Ibarat pepatah, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Itulah yang meski terus ada di IPNU. Kita merasakan kepahitan yang orang yang lain rasakan. Inilah ciri seorang pemimpin, yang minimal untuk dirinya sendiri, dalam lingkungan yang paling kecil sekalipun.

 

Kelima, berlatih kritis. Di organisasi, selain kita dituntut peka, kita dilatih kritis untuk merespon kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Nalar kritis ini takkan terwujud tanpa tahu jati diri kita sebenarnya. Dengan modal Prinsip Perjuangan yang ada di IPNU, dan juga beberapa materi yang menjadi pisau analisa, akan menjadikan kita cepat tanggap dalam merespon sesuatu, tanpa reaktif, apalagi berpikir linier. Nalar ini terbangun seiring dengan peran organisasi IPNU-ippnu itu sendiri yang, paling tidak, ada karena dua hal: meningkatkan kualitas kader di satu sisi dan membuat merespon kondisi sosial disatu sisi menuju arah perubahan yang lebih baik lagi. Dengan demikian, para aktivis menjadi tidak kagetan dan tidak gumunan, namun tetap memiliki cara berbikir (manhajul fikr) yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

 

Keenam, bisa jalan-jalan. Wuyo!, bagi kamu yang doyan jalan-jalan, tepat sekali gabung di IPNU. Yah, seiring dengan banyaknya agenda, IPNU akan membawamu dari desa satu ke desa lain, kecamatan satu ke kecamatan lain, kabupaten satu ke kabupaten lain, provinsi satu ke provinsi lain dan bahkan, kalau beruntung, bisa membawamu ke negara satu ke negara lain. Tempat satu ke tempat yang lain. Dan yang paling penting, ini tak sekadar travelling biasa, melainkan ada nilai edukasi, ada spirit perjuangan, ada nilai ukhuwwah, ada nilai dakwah dan nilai-nilai kebaikan lain. Jadi, tentu tak sekadar jalan-jalan pemuas nafsu ses(a)at belaka! Haha! Meski begitu, kamu tetep bisa kece di tempat tempat keren dan teman-teman heboh yang kalau di jekrek!, hasilnya instagrameble banget. Hihi.

 

Ketujuh, mendapat sesuatu yang banyak diinginkan anak manusia.  Apa itu? Yah, jodoh. Ini sudah banyak buktinya. Dari yang jauh, yaitu Ketum IPNU perdana sendiri Rekan Tolkhah Mansyur dengan Ketum IPPNU perdana rekanita Umroh Mahfudzoh, sampai ratusan bahkan mungkin ribuan kader IPNU yang tertambat hatinya di IPPNU. Seiring dengan kegiatan bersama, tahu satu sama lain, seringkali organisasi sayap muda NU ini menjadi semacam biro jodoh. Banyak sekali kader IPNU yang tertambat hatinya untuk berlabuh di IPPNU. Sayang, dalam hal ini, LSI belum melakukan survey berapa pasang jumlahnya, haha. Meski demikian, jodoh disini bukanlah tujuan dari IPNU/IPPNU itu sendiri. IPNU-IPPNU berdiri dalam konteks dan ruang yang lebih luas, panjang dan visioner. Adapun jika kok kebetulan (atau dibetulkan?) bertemu jodohmu di organisasi, itu adalah sebuah berkah. Ingat, ber-kah! Bagi yang belum dapat, tentu saja karena jodoh itu di “tangan Tuhan,” yang itu merupakan satu dari tiga rahasia-Nya.

 

Nah, demikianlah tujuh alasan mengapa kamu perlu bergabung dengan IPNU atau IPPNU. Sebenarnya, masih banyak lagi alasan yang lebih realistis dan bombastis. Namun, karena judulnya sudah kadung tertulis tujuh, apa boleh buat. Barangkali perlu ditulis di edisi yang lain, agar kamu-kamu yang masih muda tak ragu lagi bergabung di IPNU-IPPNU dan ikut berjuang nguri-uri Nahdlatul Ulama. Oleh karena, berjuang di IPNU-IPPNU merupakan bagian ‘izzul ‘ulama’ wan nahdliyyin yang juga merupakan bagian dari ‘izzul Islam wal muslimin. Selamat bergabung di IPNU-IPPNU, Gaes!!!

 

Penulis : Raden Mas Bagoes Bedjo

Pembuat Vidio : Mbah Doyok

Editor Web : MCA

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar