OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
Mengenal Sosok Mbah Noer Durya Genting Pemalang

Sekum

Jakarta (11/06/2016)

Kalau berbicara sosok waliyullah dan ulama’ yang zuhud dan penuh karismatik pasti tak lepas dari sosok beliau Mbah Kyai Haji Noer Durya Bin Sayid lahir didesa kecil diujung selatan kab. pemalang, yaitu desa Genting kel. Walangsanga, Mbah nur adalah sosok yang dikenal oleh para peziarah diseluruh antero nusantara bahkan sampai negara tetangga, hingga saat ini banyak sekali peziarah yang datang dari beberapa daerah diIndonesia, apa lagi menjelang bulan sya’ban  peziarah  yang notabene warga nahdliyyin atau warga NU mengantri ketika ingin masuk kearea makam, banyak sekali berdar cerita tentang keharismatikan beliau, dari mulai keistemawaan beliau yang sejak kecil tidak kehujanan sampai sang guru ghoibnya,  menurut beberapa cerita nara sumber yang kami temui dibeberapa daerah menceritakan :

1. MENYELAMATKAN SANTRINYA YANG SOWAN KETIKA BANJIR BANDANG DATANG

ada seorang santrinya mbah nor moga dari desa kangkung mranggen jawa tengah yaitu KH. Abdul Muid Elco yang sangat tandim dan patuh terhadap dawuh-dawuhnya mbah nur moga, dan setelah wafatpun beliau KH. Abdul Muid setiap tahun pasti kesana untuk meng kahuli gurunya itu, disuatu tahun kira2 tahun 2011an lampau, ketika selesai berzirah dan ingin pulang, gak tahu kenapa mobil bisnya macet dan gak bisa jalan dan diperbaiki sampai jam 3 malam tetap gak bisa nyala mobilnya, trus KH. Abdul Muid memutuskan untuk bermalam dimakamnya mbah nor,,, dan anehnya tanpa diapa-apakan, paginya mobil ituu bisa menyala sendiri, dan ketika sampai di pemalang kota, ternyata tadi malam ada bencana banjir besar bahkan air banjir bandang itu katanya warga sampai berwarna hitam,,, bahkan yang diakibatkan dari banjir bandang semalam yaitu putusnya jembatan comal pemalang karna diakibatkan banjir tadi malam itu,,, semenjak itu dengan kejadian mobil yang mogok tanpa adanya masalah itu bisa disimpulkan, bahwa mbah nor moga tidak mengijinkan santri kesayangannya pulang karna tidak ingin santrinya yang baru saja sowan itu kena musibah diperjalanan pulangnya. ( cerita ini dikutip dari ketua Maarif Kab. Demak )

2. MODAL PERJALANAN SOWAN PASTI SUDAH DIHIDANGKAN DI MEJA MBAH NOER MOGA

suatu saat ketika mbah nor moga masih sugeng ( hidup ). santri mbah Noer K. Bardi  dan KH.Abdul Muid kepengin sowan kepada gurunya yaitu KH. Noer Durya Bin Sayid, dan ketika itu beliau gak punya sangu untuk kesana, dan yang dipunyai hanyalah pisang yang masih dipohonnya, lalu ditegorlah pohon pisang itu dan dijualnya untuk modal perjalanan berngakat sowan kepada gurunya Mbah Noer Moga, singkat cerita sesampainya dirumah Mbah Noer yang berada persis dibibir sungai itu, beiau kaget, karna pisang yang ditegor dari kebunnya dan dijualnya dibakul itu, ternyata sangat persis dengan pisang yang dihidangkan oleh Mbah Noer kepada santrinya itu K. Bardi dan KH. Abdul Muid, ( cerita ini dikutip dari dawuh KH. Abdul Muid saat mengkaji kitab Nashoihul Ibad )

3. KETIKA BANJIR DATANG AIRNYA MENGALIR MIRING MENYINGKIR DARI KEDIAMAN MBAH NOER

kediamannya Mbah Noer di Blok Manggis Genting Kel. Walangsanga Kec. Moga memang tidak sewajar untuk keumuman manusia, karna apa, kediaman beliau terletak dibawah dasar sampir persis bibir sungai, yang bisa dibilang antara rumah beliau sama sugai tidak ada jarak bahkan bisa dibilang menyatu dengan sungai, tapi itulah yang membuat ke kharismatikan Mbah Noer Moga semakin terlihat, dan kesederhanaan rumahnya yang terbuat dari bambu ( gedhek bahasa jawanya ) itu semakin terlihat kezuhudannya beliau, namun ada titik khowarikul adahnya dari beliau, ketika banjir datang disungai itu, air sungainya tidak pernah merendam rumah Mbah Noer, bahkan air sungainya yang meluap itu seakan mengalir miring menghindari rumah Mbah Noer yang haanya terbuat dari bambu itu, sebesar apapun banjir yang datang, pasti airnya miring dan tidak sampai menggenangi bahkan menyentuh pinti bilik rumahnya Mbah Noer , subahanallah, kalau Allah menyukai seseorang, pasti Allah menyuruh semua mahkluk ciptaannya untuk hormat dan takdim kepada orang yang dikasihi allah itu,,, (Usman-PP IPNU

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar Berjuang Bertaqwa

Komentar