OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
Menggiatkan Ekonomi Dalam Ipnu Ippnu
Gambar Https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahukewi4kdfpw67cahvdto8...

Organisasi jam’iah Nahdlotul Ulama berdiri pada 31 Januari 1926, berdiri dengan tujuan menjadi wadah para muslim yang berideologi Ahlussunah Waljamaah. Sebelum NU dideklarisakan, setidaknya sudah ada tiga jam’iah yang melatarbelakangi berdirinya NU. Jamiyah tersebut antara lain yaitu: Taswirul afkar(1914), Nahdlatul Wathon(1916), Nahdlatul Tujar(1918). Ketiga jam’iah tersebut didirikan oleh para muasis NU yang sadar akan pentingnya pendidikan(Taswirul Afkar),ekonomi(Nahdlatul Tujar), dan kebangsaan(Nahdlatul Wathon). Bisa dikatakan bahwa para muasis NU sangat menganggap penting ketiga unsur di atas. Seiring berkembangnya waktu, NU tumbuh dengan kebijakan-kebijakan organisasi yang mengandung ketiga nilai tersebut. Nilai-nilai itu menjadi program kerja bersama, dari tubuh NU sendiri maupun organisasi yang berafiliasi(Banom).

Pada Muktmar NU ke-33 di Jombang telah mengangkat persoalan ekonomi keumatan sebagai suatu yang sangat urgen bagi NU pada khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya. Bahkan Munas dan Konbes NU tahun 2017 di Lombok mengambil tema ekonomi sebagai pembahasan penting. Begitupula pada konferwil NU Jawa Tengah tahun 2018 kemarin, permasalahan ekonomi menjadi sangat hangat untuk diperbincangkan dan dilaksanakan. Sebegitu pentingnya permasalahan ekonomi hingga kegiatan besar dan penting NU membahas hal tersebut. Tetapi semua kembali kepada kita, bagaimana menyukseskan program ekonomi yang sudah digaungkan sejak zaman Syaikh Hasyim Asy’ari.

IPNU IPPNU sebagai organisasi badan otonom dari NU seharusnya bisa memproduksi kader-kader yang bisa memperjuangkan ekonomi keumatan. Tidak hanya mendidik para kader yang militan dalam bidang pendidikan. Karna IPNU IPPNU adalah fase pengkaderan awal dalam keorganisasian NU. Jadi, jika kita ingin mensukseskan kebijakan-kebijakan yang sudah diprogramkan oleh NU, kita harus benar-benar menjalaninya sejak dini yaitu pada IPNU IPPNU. Begitupun Masalah ekonomi keumanatan harus mulai ditanamkan dan diajarkan mulai dari para kader IPNU IPPNU, yang nantinya akan diteruskan untuk jenjang yang lebih rumit di NU sendiri.

Disini perlunya pematangan dari departemen ekonomi dan kewirausahaan IPNU IPPNU dari tingkat pusat hingga tingkat ranting/komisariat. Dalam menyusun program kerja, alangkah baiknya pengurus lebih menggiatkan kegiatan ekonomi dan kewirausahaan. Disamping melatih para anggota untuk menjadi pelaku aktif ekonomi, kegiatan tersebut akan berimbas pada kesejahteraan organisasi. Bayangkan jika semua bersinergi dalam bidang ekonomi, jelas organissi akan sejahtera dan berkembang dengan pesat.

Contoh kecil hal yang dapat kita lakukan dalam kegiatan berekonomi adalah penjualan pulsa. Dari keuntungan penjualan pulsa tersebut akan masuk sebagai kas organisasi. Walaupun hal tersebut sangat sepele, tetapi bisa menjadi langkah awal untuk kita memulai kegiatan ekonomi dalam berorganisasi. Jika hal kecil sudah biasa kita lakukan, maka hal besar(red: kegiatan besar) pun akan mudah kita laksanakan. Contoh lain dari kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan IPNU IPPNU adalah penyelenggaraan bazar sembako yang ditujukan kepada warga tidak mampu. Itulah program kerja nyata yang dilakukan demi terwujudnya kemaslahatan umat. Kita berorganisasi tidak hanya mementingkan kesejahteraan diri pribadi ataupun kesejahteraan organisasi. Tetapi sebisa mungkin memberikan manfaat dan kesejahteraan pada masyarakat luas. Bukankah Rosululloh mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.

Sungguh sangat mulia jika IPNU IPPNU terus menggaungkan kegiatan ekonomi dalam berorganisasi. Perjuangan dan ikhtiar perlu ditingkatkan lagi dalam diri para Rekan dan Rekanita. Yang nantinya akan terwujud menjadi kesejahteraan NU dan Bangsa Indonesia. Tidak masalah jika kita melakukan kegiatan walaupun hal itu sangat kecil, yang terpenting adalah jika kita mau memulai dan istiqomah dalam berproses. Ingat!, seribu langkah yang besar dimulai dari satu langkah yang kecil.

author IPNU Kab. Cilacap

Nama saya Dyaz Choirul Bachtia dan saya adalah Pelajar NU dariKab. Cilacap

Komentar