OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
PC IPNU IPPNU METRO SOSIALISASI PENGHAPUSAN KDRT DALAM UNDANG-UNDANG NO.23 TAHUN 2004

METRO-“Keluarga adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat yang berperan dan berpengaruh sangat besar terhadap perkembangan sosial dan perkembangan kepribadian setiap anggota keluarga. Sebuah keluarga disebut harmonis apabila seluruh anggota keluarga merasa bahagia dan kepuasan terhadap keadaan( fisik, mental, emosi, dan sosial) seluruh anggota keluarga disebut disharmonisasi apabila terjadi sebaliknya”, tutur Ibu Nur Chayati, S.H anggota komisi VIII DPR RI FPKB dalam menyampaikan materi sekaligus membuka acara Sosialisasi Peraturan Perundangan Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di LEC Kartika, Mulyojati Kota Metro, selasa (12/09).

Melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Metro tanamkan pengetahuan dan manfaat Sosialisasi Peraturan Perundangan Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang tertuang dalam Undang-Undang No.23 tahun 2004.

Ghulam Murtadlo, M.Pd.I selaku pemateri menyampaikan,” Pasal 1 ayat 1 Undang-undang No.23 tahun 2004 bahwa KDRT adalah penderitaan atau kekerasan secara fisik terhadap seseorang dan yang sering kali menjadi korban adalah kaum perempuan. Pasal 5 UU No. 25 tahun 2004 bahwa KDRT itu ada 4 macam, yaitu Kekerasan Fisik, Emosional, Seksual, dan Ekonomi”, tutur beliau. Kenapa bisa muncul kekerasan dalam rumah tangga, apa saja akibat dari KDRT, dan bagaimana cara mencegah KDRT tambah Ghulam.

Suasana Sosialisasi menjadi lebih hangat saat sesi tanya jawab tiba. Ramah tamah dan Doorprize dari Ibu Nur Chayati, SH sebagai penutup acara Sosialisasi Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Metro. ( Dedek Riwanto JS)

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar