OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
Pentingkah Metode Tag, Hashtag, dan Share  untuk Memviralkan IPNU IPPNU?

Oleh: Jean Iftitachs

Koordinator Pers PC IPNU Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah

Sebelum saya mengajak pentingnya tag, hashtag dan share, alangkah perlu diketahui betapa pentingnya memviralkan IPNUI PPNU ditengah masyarakat. Era sekarang ialah era besar partisipasi online. Dengan adanya internet, semua orang bisa terfasilitasi untuk turut serta berpartisipasi dan terhubung. Milyaran pengguna internet (netizen) saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam sebuah jaringan besar. Pada tahun 2017, menurut  Lembaga Riset Pasar E-Marketer diperkirakan Indonesia mencapai angka netizen sekitar 112 juta jiwa pengguna, mengalahkan Jepang diperingkat kelima yang pertumbuhan pengguna internetnya lebih lamban.

Informasi menjadi kata kunci dalam partisipasi dunia maya, terutama  dengan media sosial yang berfungsi sebagai alat aktualisasi atau sosialisasi, semua orang sekaligus dapat dengan efisien mengolah dan mendapatkan informasi. Era keterbukaan dan kemudahan akses berbagi informasi juga menjadi esensi atas perkembangan internet abad 21, contohnya semakin banyaknya media aplikasi sosial.

Dalam perkembangan internet tersebut, pelajar NU perlu mengambil ruang yang seluas-luasnya untuk menghadirkan IPNU IPPNU di jejaring tanpa batas ini. Tujuan tersebut tentu akan tercapai dengan memerlukan massa banyak. Media sosial-lah sebagai wadah masif massa, menjadikan sebab pelajar NU juga harus sadar bahwa belajar dan menerapkan fungsi memanajemen akun-akun media sosial sudah menjadi kebutuhan untuk dikuasai. Saatnya semua berperan dari ranting hingga pusat untuk mengarahkan busur sosialisasinya kearah media sosial secara sistematis dan menyeluruh menyentuhkan IPNU IPPNU kepada kalangan pelajar awam.

Sederhananya, dengan sering memviralkan  postingan baik visual ataupun text, akan banyak orang bertanya-tanya apa itu IPNU IPPNU, sehingga saat orang bertanya-tanya, disitulah kita terjun memerankan fungsi kaderisasi yang menjadi orientasi sekaligus memperkuat daya tarik agar akhirnya pelajar awam minat bergabung dengan IPNU IPPNU. Kita jawab semua pertanyaan pelajar awam tersebut dengan kelebihan yang dimiliki IPNU IPPNU.

Perlunya Program

Disisi lain, program-program juga diperlukan untuk menunjang eksistensi IPNU IPPNU. Menurut pkitangan saya, program pembuatan tim-tim cyber IPNU IPPNU sangat efektif untuk menunjangnya. Minimal setiap pimpinan cabang memiliki “Tim Cyber” yang terdiri dari admin pemegang akun resmi PAC dibawahnya. Artinya, program yang berisi sistem tersebut bertujuan agar informasi IPNU IPPNU Pusat terintergasi secara kompleks dan sistematis sampai ke akar-akar ranting.

Dengan sistem dan tujuan yang jelas maka tinggal metode untuk menjembataninya. Neetzan Zimmerman dijuluki “The Most Popular Bloggers Work On The Web Today” oleh Wall Street Journal atas situsnya. Gawker Media mengungkapkan, dengan memposting 10 sampai 15 kali perhari akan tetap ada  peluang besar untuk viral, disamping itu promosi konten secara aktif dan berulang terus-menerus akan menangkap beragam audience. Dengan berpatokan pada cara Neetzan, umumnya tentu membuat sulit untuk setiap hari mem-posting konten dengan jumlah banyak, namun cukup ambil prinsipnya saja yang digunakan Neetzan, yaitu dengan terus menerus mem-posting walaupun satu sampai dua postingan dengan tempo yang teratur.

Hemat saya, metode viral yang paling mudah sekaligus menjadi kunci berviral ialah juga terletak pada perilaku memposting konten. Fitur tag, hashtag, dan share pada beberapa platform medsos seperti facebook, twitter atupun instagram  sangat berpengaruh besar  walaupun terkadang dianggap sepele.

  1. Tag

Tag merupakan istilah Inggris yang artinya label. Pada facebook maupun instagram, fungsi tag sediri adalah mengaitkan konten yang kita unggah ke teman kita agar unggahan kita baik visual maupun text akan dengan cepat diketahui oleh teman-teman kita. Cara men-tag sendiri cukup mudah, terutama pada facebook yaitu dengan mengetik “@” pada status yang akan kita buat maka dengan otomatis akan muncul daftar teman yang ingin kita tag.

Maka dari itu, perlu jika setiap akun resmi misalkan akun PAC IPNU Konoha men-tag seluruh akun anggota di postingannya, misal akun si Naruto, Sasuke, Kakashi, dll., maka otomatis pada setiap anggota yang ter-tag yang memiliki jumlah teman tersendiri akan muncul di dinding timeline-nya. Sehingga teman-teman anggota PAC Konoha yang ter-tag sekaligus temannya yang tidak ter-tag oleh PAC Konoha akan mengetahui apa yang di posting PAC Konoha, akhirnya meluaslah eksistensi postingannya.

2. Hashtag

Simbol hahstag sendiri berupa tagar “#”. Ciri hashtag yaitu diikuti sebuah kata ataupun frasa, contohnya #ippnucantik, #ippnukeren, dsb. Istilah hastag dapat kita temui umumnya pada twitter, namun pada facebook ataupun Instagram, simbol tagar juga sangat populer. Fungsi dari hashtag adalah memudahkan netizen mencari suatu tweets/postingan yang bertopik sama dan disisi lain hahshtag tersebut menjadi trending topic jikalau banyak dibicarakan orang.

Alangkah cocoknya setiap akun memiliki hashtag resmi yang menjadi identitas disetiap kegiatan. Misal PC IPNU Purbalingga menginstrusikan agar menggunakan hashtag #ipnupedulirohingya lalu diikuti hashtag yang umum seperti #purbalingga dalam mem-posting seputar kegiatan aksi “IPNU Peduli Rohingya”, maka otomatis ketika banyak orang tidak sengaja mencari #purbalingga maka akan turut muncul juga seputar aksi IPNU tersebut.

Lalu coba bayangkan jika pada setiap hari-hari besar NU ataupun nasional seluruh anggota IPNU IPPNU di Indonesia menggunakan tagar yang sama sekaligus menjebak dengan hashtag umum yang biasa dicari banyak orang dalam satu postingan, pasti akan menjadi trending topic di jagad raya. Dan tentunya sudah mampu  menggiring pertanyaan banyak orang awam bukan?

3. Share

Fitur share hampir dimiliki setiap platform media sosial. Fungsi share yang paling utama ialah meghubungkan lebih banyak orang. Fungsi tersebut menjadi dihukumi wajib untuk diterapkan agar konten cepat menjangkau berbagai orang atau komunitas lain. Meskipun terkadang sepele, namun dampak sistem share ini sangat efektif.

Dalam sisi lain yang menjadi dilematis ialah ketika kita meneruskan postingan. Misal kita memperoleh sebuah link berita  website IPNU Pusat dari teman kita mengenai artikel opini, namun kita terkadang enggan untuk men-share lebih luas lagi, alasannya mungkin karena berfikir bahwa tidak mungkin dibutuhkan oleh kita atupun orang lain. Namun ketahuilah pikiran orang lain tak mesti sama dengan kita.

Sederhannya, walaupun kita menerima konten yang mungkin tak terlalu dibutuhkan diri kita, namun setelah kita men-share ke grup-grup atau temen dekat, bisa saja sangat dibutuhkan bahkan bisa menjadi keburuntungan bagi teman kita berkat apa yang kita share, terkecuali memang itu konten hoaks, kita tentu wajib untuk tidak men-share, bahkan kita harus membasminya. Jadi, selagi perlu dibagi, bagikanlah!

Walaupun banyak sekali cara untuk memviralkan konten, tetapi budaya mem-posting dengan ditambahkan metode “tag, hashtag dan share” akan menjadi sangat ampuh untuk membangun kepopuleran sekaligus menggiring pertanyaan banyak ditengah netizen mengenai eksistensi IPNU IPPNU. Jika kita kehabisan ide untuk mem-posting konten ide berbau Ke-NU-an, setidaknya kita turut mengambil bagian men-share dan memviralkan media rujukan yang dimiliki NU seperti NU Online ataupun akun resmi tokoh ulama kiai seperti Gus Mus , Habib Lutfi, dsb.

Editor: HF

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar