OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754

Wonosobo – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Laranganlor, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo gelar acara Do’a Bersama Untuk Keselamatan IPNU dalam rangka memperingati Harlah ke 63  IPNU Jum’at (24/2/2017). Acara tersebut dilaksanakan di rumah rekan Khusnul Mufti yang dibarengkan dengan acara selapanan rutin pengurus ranting yang dihadiri oleh sekitar 35 peserta dan ketua PAC IPPNU Garung rekanita Umu Fariyani. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan pembukaan, sambutan-sambutan, tahlil, kajian kitab Ta’limul Muta’alim, istirahat  dengan batsul masail (diskusi),  do’a bersama untuk kejayaan & keselamatan IPNU dan diakhiri dengan penutup pada pukul 21.30 WIB.

Hadir juga senior IPNU Laranganlor Bp. Mukofi yang pada kesempatan itu diminta untuk mengisi mauidhoh khasanah, menjadi narasumber diskusi & memimpin do’a bersama. “Kita sebagai generasi muda  jangan pernah lelah dalam belajar karena itu adalah kewajiban kita. Teruslah berkhidmad dan mengabdi untuk agama, bangsa & negeri selagi kita masih kuat” ucap senior IPNU Laranganlor itu. Beliau juga berpesan agar para kader IPNU IPPNU di ranting Laranganlor tetap semangat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya karena menurutnya sudah saatnya yang muda harus mulai berkarya. Sebelum memimpin berdo’a untuk kejayaan dan keselamatan IPNU, beliau juga menyampaikan beberapa harapannya untuk kemajuan IPNU IPPNU kedepan.

“Biasanya kita ngaji kitab dipimpin oleh pak kyai Mustamingin, namun karena beliau berhalangan hadir jadi saya sendiri yang memimpin kajian kitab Ta’limul Muta’alim. Biasanya kita juga mengkaji kitab Mabadi, tapi malam ini hanya kitab Ta’limul Muta’alim saja yang kami kaji mengingat waktu sudah malam” kata ketua IPPNU Laranganlor rekanita Istikomah (19).  Menurutnya acara selapanan rutin malam itu adalah selapanan istimewa karena waktu pelaksanaannya tepat pada malam hari lahirnya organisasi tercinta, yaitu malam 24 Februari, jadi sekaligus acara itu diisi dengan do’a bersama. “Luar biasa untuk acara tadi, kami disuguhi semangkok soto kemebul (beruap) yang selalu bikin rindu berkumpul dan selalu bikin semangat kami dalam belajar, berjuang, bertaqwa tidak luntur” ucapnya saat kami wawancarai setelah acara usai.

(Humam Fauyi)

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar