OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
Santri dan Pelajar Dilatih Praktik Menulis oleh Harian Kompas

Suasana ketika sesi presentasi masing-masing tim dalam rangkaian kegiatan Diklat Jurnalistik oleh PP IPNU dan Kompas di Ponpes Ma’hadut Tholabah, Tegal Jawa Tengah pada Kamis (7/9/2017).

Tegal – Setelah Diklat Jurnalistik Angkatan Pertama diadakan di Jakarta, PP IPNU beserta Kompas lagi-lagi bekerjasama untuk mendidik serta melatih para pelajar dan santri agar dapat mengembangkan kemampuannya dibidang jurnalistik. Bertepatan pada hari Selasa (5/9/2017) di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, acara Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Angkatan Kedua dibuka secara simbolis oleh pihak Pengasuh Pondok Pesantren Putri Ma’hadut Tholabah, K.H. Nasihun. Beliau menyampaikan bahwasannya kegiatan ini memang perlu diselenggarakan guna melatih kemampuan santri-santri dan pelajar dalam bakatnya membuat sebuah tulisan yang baik dan benar sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh sang pembaca.

Disela-sela sambutannya, beliau memberikan apresisasi setinggi-tingginya kepada pihak PP IPNU dan Kompas yang telah menyelenggarakan acara tersebut dan beliau juga menegaskan bahwa pihak pondok akan men-support penuh segala sesuatu yang menunjang terlaksananya Diklat Jurnalisitik ini berjalan dengan lancar hingga akhir kegiatan nanti. Hadir pula pada saat pembukaan pimpinan tim redaksi harian Kompas, Bachir yang telah jauh-jauh dari Jakarta membawa timnya untuk berangkat ke Tegal demi membagi ilmu dan resep bagaimana menjadi seorang wartawan muda yang baik dan bertanggung jawab atas tulisan yang dibuatnya. Selain itu tak lupa pula hadir dari perwakilan PP IPNU yang mana dalam hal ini diwakili oleh rekan Abdullah Muhdi, dikarenakan Ketua Umum PP IPNU rekan Asep Irfan Mujahid berhalangan untuk hadir.

Dari sekian banyak rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, ada saatnya ketika para peserta dibentuk menjadi beberapa tim untuk mempraktekkan langsung ilmu apa yang telah didapat dari para pemateri. Disitu mereka ditugaskan untuk meliput suatu yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan dan tugas akhirnya adalah membubuhkan apa yang telah mereka dapatkan dilapangan kedalam sebuah tulisan berbentuk tabloid. Tema yang diambil oleh para peserta pun sangat menarik dan unik untuk diliput dan dijadikan suatu tulisan.

Seperti contoh saja, ada yang mengambil tema tentang kuliner tradisional khas Kabupaten Tegal  yang sekarang ini sudah mulai terlupakan seiring dengan perkembangan kuliner asing yang semakin hari semakin meningkat. Kuliner tradisional yang dimaksud adalah Ampyang, namun berbeda dengan Ampyang pada umumnya. Di Tegal, Ampyang tidak menggunakan gula jawa sebagai bahan baku melainkan diganti dengan gula pasir agar rasa yang ditimbulkan menjadi lebih khas dan unik sehingga menarik minat konsumen untuk mencicipinya.

Ada pula tema yang diangkat selain kuliner khas tegal yakni seputar kesehatan di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah. Pada berita yang disajikan, terdapat beberapa informasi mengenai hal-hal yang menjadi kendala bagi terjaganya kesehatan santri pondok dan solusi untuk menangani berbagai kendala tersebut. Dijelaskan bahwa Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah telah menjalin kerjasama dengan Puskesmas Lebaksiu dengan adanya Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren). Tentunya masih banyak berita-berita menarik lainnya yang belum disebutkan karena kegiatan ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi baik dari pihak peserta maupun panitia penyelenggara.

Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan santri-sanri dan pelajar bukan hanya menjadi pembaca setia, akan tetapi dapat menuangkan ide-ide dan juga soft skill kepenulisannya dalam sebuah artikel atau berita. Sehingga ketika terdapat berita-berita yang mengarah kepada kebohongan atau hoaks, mereka dapat dengan mudah mengantisipasi dan mengatasi hal-hal tersebut. Di akhir kegiatan, rekan Fadli yang menjabat sabagai Wakil Ketua Umum PP IPNU menyampaikan bahwasannya kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini, melainkan akan terus berlanjut hingga ke wilayah Nusantara yang lain.

(Yudha/HF)

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar